Jurnal Indonesia — CUPERTINO – Apple diprediksi akan memperkenalkan iPhone lipat pertamanya pada acara peluncuran yang dijadwalkan berlangsung di kantor pusat perusahaan di Cupertino, California, pada Rabu, 9 September 2026. Langkah ini diperkirakan akan menjadi salah satu perubahan paling signifikan pada lini iPhone sejak penghapusan tombol fisik home pada iPhone X di tahun 2017.
Peluncuran ini juga menandai debut produk besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru Apple, John Ternus. Ternus, yang sebelumnya memimpin divisi perangkat keras Apple, jarang tampil di depan publik. Peluncuran iPhone lipat ini akan menjadi ujian awal baginya untuk meyakinkan para konsumen terhadap kategori produk baru yang diposisikan sebagai premium.
Perangkat iPhone lipat ini diperkirakan akan dibanderol dengan harga di atas US$2.000, atau setara dengan Rp34,9 miliar jika menggunakan kurs saat ini sekitar Rp17.469 per dolar AS. Harga tersebut akan menjadikannya salah satu model iPhone termahal yang pernah ditawarkan oleh Apple.
Langkah strategis ini sangat penting bagi Apple mengingat iPhone terus menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Pada tahun fiskal terakhir, penjualan iPhone berhasil mencapai US$209,6 miliar, yang sedikit melebihi separuh total pendapatan Apple.
Meskipun demikian, Apple bukanlah pemain pertama yang memasuki pasar ponsel lipat. Samsung Electronics dan Huawei Technologies telah lebih dulu merilis perangkat serupa sejak tahun 2019. Namun, hingga kini, kategori ponsel lipat masih tergolong sebagai pasar ceruk yang banyak diminati oleh para penggemar teknologi.
Para analis memperkirakan bahwa masuknya Apple ke segmen ini lebih lambat justru dapat memberikan keuntungan. Perusahaan memiliki waktu lebih panjang untuk menyempurnakan teknologi yang ada. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah menciptakan engsel yang kuat namun tetap ramping, yang mampu bertahan terhadap penggunaan berulang, sekaligus meminimalkan bekas lipatan pada layar.
Ketahanan terhadap debu dan air juga menjadi aspek krusial lainnya. Dalam kategori ini, Google Pixel 10 Pro Fold terbaru telah berhasil memperoleh sertifikasi IP68, yang menandakan perlindungan tinggi terhadap kedua elemen tersebut.
Peluncuran mendatang juga diperkirakan akan mengubah pola tahunan peluncuran produk Apple. Kalangan analis memprediksi Apple akan tetap memperkenalkan model Apple Watch terbaru. Namun, pembaruan untuk model iPhone yang lebih terjangkau kemungkinan besar akan ditunda hingga musim semi tahun depan.
Sebagai gantinya, Apple diprediksi akan memfokuskan perhatiannya pada iPhone lipat serta lini iPhone Pro dan Pro Max. Perubahan strategi ini dinilai bertujuan untuk meratakan siklus penjualan tahunan Apple, yang secara tradisional cenderung melonjak pada kuartal liburan akhir tahun di Amerika Serikat dan Eropa.
Melalui strategi ini, Apple berupaya membuka sumber pertumbuhan baru dari segmen perangkat premium sekaligus mengurangi ketergantungan pada pola penjualan musiman yang telah berlangsung selama ini.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.