Jurnal Indonesia — Argentina harus merelakan gelar juara dunia setelah menelan kekalahan dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026. Kekalahan ini melanjutkan sebuah pola yang mulai dikenal sebagai “kutukan Inggris”, di mana tim yang berhasil mengalahkan Inggris di fase gugur Piala Dunia justru kalah di partai puncak.
Dalam pertandingan yang digelar Senin (20/7) dini hari WIB, Argentina takluk dengan skor tipis 0-1 dari Spanyol. Gol tunggal Ferran Torres di menit ke-106 menjadi penentu kemenangan tim Matador. Argentina sendiri tampil di bawah performa terbaiknya sepanjang laga, hanya mampu menciptakan dua tembakan sepanjang 120 menit pertandingan.
Bahkan, kekalahan Argentina semakin ternoda dengan kartu merah yang diterima oleh Enzo Fernandez dan Leandro Paredes. Insiden yang melibatkan Paredes memicu keributan antarpemain dan kini tengah dalam investigasi FIFA, yang berpotensi berujung pada sanksi.
Pola kekalahan ini pertama kali terlihat pada Piala Dunia 2018. Kroasia, yang berhasil mengalahkan Inggris di babak perempat final, akhirnya harus mengakui keunggulan Prancis di final dengan skor 2-4. Empat tahun kemudian, di Piala Dunia 2022, Prancis yang mengalahkan Inggris di perempat final, justru kalah dari Argentina melalui adu penalti di final.
Kini, pada Piala Dunia 2026, Argentina yang menyingkirkan Inggris di semifinal, harus tunduk dari Spanyol di partai puncak. Pertanyaan pun muncul, apakah “kutukan Inggris” ini akan terus berlanjut di edisi Piala Dunia mendatang?
Ikuti Jurnal Indonesia
