— JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo, mengapresiasi gelaran Sunday Afternoon Ride yang diselenggarakan oleh Volkswagen Beetle Club (VBC). Bamsoet menilai kegiatan ini menjadi wadah positif bagi para pecinta otomotif, tidak hanya dalam membangun persaudaraan tetapi juga berkontribusi pada ekonomi kreatif nasional.

Acara yang mengusung konsep Jakarta City Rolling ini mempertemukan para penggemar VW Kodok dalam perjalanan santai. Rute dimulai dari Blackstone Garage Kebayoran Baru menuju Thamrin 10 Jakarta. Kegiatan ini berhasil memadukan semangat otomotif, kebersamaan, kreativitas visual, hingga aksi sosial kemanusiaan.

“Sunday Afternoon Ride VBC menunjukkan bahwa komunitas otomotif dapat menjadi sarana untuk membangun persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus menjaga warisan budaya otomotif. Saya mengapresiasi Volkswagen Beetle Club yang terus menghadirkan kegiatan kreatif, positif, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Bamsoet saat menghadiri acara tersebut di Blackstone Garage Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Bamsoet, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Motor Indonesia (IMI), menjelaskan bahwa keberadaan komunitas kendaraan klasik memiliki nilai strategis di tengah pesatnya perkembangan teknologi otomotif modern. Di saat industri otomotif bergerak menuju elektrifikasi, digitalisasi, dan kendaraan otonom, komunitas mobil klasik justru berperan penting dalam menjaga sejarah perjalanan industri ini.

“Komunitas kendaraan klasik mengajarkan bahwa sebuah kendaraan memiliki nilai sejarah, cerita, dan ikatan emosional yang tidak tergantikan oleh perkembangan teknologi. Karena itu keberadaan komunitas kendaraan klasik perlu terus didukung agar generasi muda mengenal sejarah otomotif sekaligus belajar tentang pentingnya merawat aset budaya,” ungkapnya.

Menurut Bamsoet, kegiatan yang menggabungkan riding, coffee gathering, produksi konten sinematik, hingga social charity merupakan contoh bagaimana komunitas otomotif mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Saat ini, komunitas otomotif tidak hanya sekadar berkumpul dan memamerkan kendaraan, tetapi juga telah berkembang menjadi wadah kolaborasi berbagai sektor.

“Model kegiatan seperti ini sangat relevan dengan karakter generasi sekarang. Ada unsur kreativitas, ada semangat berbagi, ada interaksi sosial yang sehat, dan ada tempat untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif. Komunitas otomotif telah berkembang menjadi ekosistem yang produktif,” jelas Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menambahkan bahwa kontribusi komunitas otomotif terhadap perekonomian nasional semakin signifikan. Industri otomotif Indonesia tetap menjadi salah satu sektor manufaktur utama yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung.

Kehadiran komunitas otomotif menciptakan permintaan terhadap berbagai jasa, mulai dari restorasi, bengkel spesialis, suku cadang, modifikasi, fotografi, penyelenggaraan acara, hingga sektor kuliner dan pariwisata. Berbagai kegiatan yang digelar komunitas otomotif terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menarik perhatian masyarakat luas.

“Komunitas otomotif telah menjadi bagian dari ekonomi kreatif nasional. Setiap kegiatan yang diselenggarakan menghadirkan efek berantai bagi banyak pelaku usaha. Karena itu saya selalu mendorong agar komunitas otomotif terus menghadirkan kegiatan yang produktif, tertib, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkas Bamsoet.