Jurnal Indonesia — Serang – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih melanjutkan operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Operasi pencarian ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari.
Proses pencarian yang dimulai sejak Selasa (8/9) lalu, akan berlangsung hingga Senin (14/9) pekan depan. Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syafii menjelaskan bahwa operasi ini mengacu pada pedoman IAMSAR (International Aeronautical and Maritime Search and Rescue) Manual.
“Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama 7 hari,” ucap Syafii pada Jumat (11/9/2020). Ia menambahkan bahwa pada hari ketujuh, tim akan melakukan rapat evaluasi untuk menentukan kelanjutan operasi.
“Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan laksanakan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya. Baik itu PVMBG, kemudian teman-teman BMKG, kemudian kita melibatkan misalkan teman-teman medis tentang bagaimana kelanjutan operasi ini, misalkan seperti itu,” jelasnya.
Syafii menerangkan bahwa operasi pencarian secara fisik oleh tim SAR di laut berlangsung dari pagi hingga pukul 17.00 WIB. Namun, hal tersebut tidak berarti operasi pencarian berhenti total.
“Yang berhenti misalkan dari jam 7 sampai jam 5 sore adalah sarana prasarana yang memang penuh keterbatasan sehingga mereka sore akan mungkin lego ataupun sandar,” katanya. “Tapi bagi pengguna lalu lintas laut, kita akan men-declare secara simultan terus-menerus menghimbau kepada seluruh pengguna arus laut ini untuk ikut melaksanakan pencarian. Jadi operasi dilaksanakan terus-menerus selama 7 hari.”
Diketahui, delapan orang tersebut hilang kontak setelah berlayar menuju kawasan dekat Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Kelima jurnalis yang berada di dalam speedboat tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, seorang jurnalis lepas.
Mereka bersama Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai ABK (Anak Buah Kapal), dan Heriyanto sebagai pemandu, berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, dengan tujuan melakukan peliputan mengenai Gunung Anak Krakatau.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.