Jurnal Indonesia — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akan mengoptimalkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, selama tujuh hari. Operasi ini dilakukan sesuai dengan pedoman standar internasional International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa hingga hari ketiga, pengerahan kekuatan gabungan terus digencarkan secara masif dan terkoordinasi, melibatkan unsur lintas instansi. “Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya,” jelasnya.
Cakupan area pencarian laut telah diperluas menjadi enam sektor, meningkat dari tiga sektor pada hari pertama dan lima sektor pada hari kedua. Tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 11 kapal utama dari berbagai unsur, termasuk KRI milik TNI Angkatan Laut, kapal Polairud Polri, kapal Basarnas, hingga kapal pendukung dari potensi SAR lainnya. Kekuatan ini didukung oleh lebih dari 300 personel inti yang siaga di posko maupun di lapangan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan proses pencarian berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. “Kita sangat berharap segera menemukan dan bisa menolong dalam kondisi selamat. Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera ditemukan dan bisa kita evakuasi,” kata Syafii.
Lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/2026). Mereka adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), Donal (jurnalis lepas), Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu). Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB setelah sempat mengirimkan titik lokasi terakhir.
Presiden Prabowo Subianto sejak Senin (7/9/2026) malam telah menginstruksikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk segera melakukan pencarian. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Kamis (10/9/2026), menyampaikan instruksi tersebut dan mendoakan keselamatan seluruh rombongan. “Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Sebelas kapal gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian, terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang 1-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.
Kepala SAR Banten Al Amrad menjelaskan bahwa operasi SAR gabungan memperluas sektor pencarian speed boat yang membawa rombongan jurnalis hingga mendekati perairan sekitar tepi Gunung Anak Krakatau. Perluasan ini dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan mengingat dinamika aktivitas vulkanik serta cuaca di sekitar perairan tersebut yang masih dalam kondisi siaga. “Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama,” kata Al Amrad.
Dalam operasi pencarian ini, unsur udara nirawak atau drone juga disiagakan untuk memaksimalkan jangkauan visual, meskipun tim SAR tetap mewaspadai faktor meteorologi laut seperti pergerakan arah angin yang dinamis di Selat Sunda. Tim SAR juga mengoptimalkan peran nelayan lokal untuk menjangkau wilayah pesisir.
Polda Lampung turut memperluas upaya pencarian hingga mencakup perairan dalam wilayah hukumnya sebagai antisipasi jika korban terbawa arus. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyatakan, “Kami mengantisipasi kalau ada kemungkinan korban terbawa ke arah perairan Lampung. Mudah-mudahan dari upaya ini ada titik terang dan informasi mengenai keberadaan rekan-rekan kita tersebut.”
Pewarta Foto Indonesia (PFI) berharap tim di lapangan juga dapat menyisir area daratan di sekitar lokasi kejadian seperti Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo mengapresiasi sinergi cepat tim SAR dan berharap fokus pencarian dimaksimalkan di pulau-pulau kecil sekitar Gunung Anak Krakatau. Ketua PFI Jakarta, Herman Zakharia, menekankan pentingnya pemeriksaan mendetail di Pulau Sertung dan Pulau Panjang demi memastikan segala kemungkinan keselamatan para korban.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.