Jurnal Indonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan operasi pencarian delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. BNPB menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa lima jurnalis beserta awak kapal saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pihak BNPB memastikan terus berkoordinasi intensif dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk memantau setiap perkembangan operasi pencarian. “Kami memahami situasi tentu menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat dan rekan-rekan seluruh pihak yang menantikan kabar dari rekan kita tersebut,” ujar salah seorang perwakilan BNPB.
Operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur terkait. BNPB berharap agar seluruh penumpang dan awak kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. “Kami berharap seluruh penumpang dan awak kapal dan terus ditemukan dalam kondisi selamat,” tuturnya.
BNPB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan kepada tim SAR yang bekerja di lapangan. Dukungan ini diharapkan dapat memperlancar proses pencarian dan membantu para korban segera ditemukan kembali bersama keluarga mereka. “Kami mengajak seluruh pihak memberikan dukungan kepada tim sar yang berkerja di lapangan agar proses pencarian berjalan lancar serta seluruh korban dapat segera ditemukan kembali dan bersama-sama dengan keluarga,” tutupnya.
Memasuki hari keempat, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang berada dalam rombongan kapal di perairan Selat Sunda telah diperluas hingga mencakup perairan Provinsi Lampung. Hingga Jumat (11/9/2026), Tim SAR gabungan masih memusatkan upaya penyisiran di kawasan Gunung Anak Krakatau, dengan fokus utama di sekitar Pulau Sertung.
Selain Pulau Sertung, tim SAR juga menyisir kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Perluasan area operasi ke bagian utara Selat Sunda dilakukan untuk memperbesar cakupan pencarian terhadap rombongan yang hilang kontak setelah berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Dari sejumlah titik tersebut, pencarian kali ini lebih difokuskan ke Pulau Sertung.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.