Jurnal Indonesia — Cavan Sullivan, wonderkid berusia 16 tahun dari Philadelphia Union, kembali mencuri perhatian di Major League Soccer (MLS). Dalam pertandingan melawan CF Montreal pada Sabtu (5/9/2026), Sullivan berhasil mencetak gol yang membawanya memecahkan rekor impresif yang sebelumnya dipegang oleh legenda muda Amerika Serikat, Freddy Adu.
Gol yang dicetak Sullivan pada menit ke-75 dalam kemenangan 2-0 Philadelphia Union ini menandai kontribusi golnya yang ke-11 di MLS musim ini. Prestasi ini menjadikannya pemain berusia 16 tahun atau lebih muda dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu musim, melampaui rekor Freddy Adu yang tercipta pada tahun 2005.
Pecahkan Rekor Freddy Adu untuk Kedua Kalinya
Ini bukan kali pertama Sullivan melampaui catatan Freddy Adu. Pada Juli 2024, di usianya yang baru 14 tahun 293 hari, Sullivan telah mencatatkan diri sebagai pemain termuda yang tampil di MLS. Saat itu, ia memecahkan rekor debut Freddy Adu yang berusia 14 tahun 306 hari untuk DC United. Kini, dua tahun berselang, Sullivan kembali mengukir sejarah dengan melampaui pencapaian Adu.
Sebelum pertandingan melawan Montreal, Sullivan telah menyamai rekor Adu dengan 10 kontribusi gol di MLS. Gol terbarunya membuatnya berdiri sendiri di puncak rekor tersebut. Selain itu, ia juga menjadi pemain termuda di MLS yang berhasil mencatatkan kontribusi gol dalam lima pertandingan berturut-turut.
Jika seluruh kompetisi dihitung, performa Sullivan semakin memukau. Pada musim 2026, ia telah mengumpulkan tujuh gol dan 11 assist dalam 27 penampilan di berbagai ajang, termasuk MLS, Leagues Cup, dan Concacaf Champions Cup. Talenta luar biasa ini telah membuat Philadelphia Union mengamankannya dengan kontrak Homegrown pada Mei 2024, yang dikabarkan menjadi kontrak Homegrown terbesar dalam sejarah MLS.
Lebih lanjut, kontrak tersebut juga mencakup kesepakatan transfer ke Manchester City ketika Sullivan mencapai usia 18 tahun. Philadelphia Union diperkirakan akan menerima dana hingga US$5 juta dari potensi transfer tersebut, membuka jalan bagi Sullivan untuk berkembang di salah satu klub terbesar di Premier League.
Saat ini, Sullivan telah menjadi andalan di tim-tim usia muda Amerika Serikat. Penampilannya yang konsisten musim ini telah memunculkan desakan agar ia mendapat kesempatan bermain untuk tim nasional senior Amerika Serikat. Namun, pemain muda itu memilih untuk tetap fokus pada permainannya. “Saya tidak terlalu fokus pada masalah pemanggilan timnas. Saya senang kami menang dan saya bisa memberikan perbedaan,” ujar Sullivan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.