Jurnal Indonesia — Reaksi keras publik terhadap kecerdasan buatan (AI) meningkat hingga memunculkan ancaman kekerasan nyata terhadap para pemimpin industri. Kekhawatiran atas keselamatan pribadi mendorong perusahaan-perusahaan AI menambah proteksi bagi jajaran eksekutif.
Laporan media menyebut perusahaan-perusahaan AI terkemuka dan pimpinan puncak mereka memperketat keamanan menyusul eskalasi sentimen anti-AI yang berujung pada ancaman dan percobaan kekerasan terhadap tokoh serta entitas yang mengembangkan model AI. Beberapa eksekutif kini bepergian dengan pengawalan bersenjata, sementara yang lain mengurangi muncul di ruang publik.
“Beberapa tahun lalu, para CEO teknologi jelas tidak memiliki pengawalan keamanan. Sekarang, banyak perusahaan teknologi yang memasukkan hal tersebut ke dalam anggaran mereka.”
Insiden awal tahun ini menarik perhatian publik ketika seorang aktivis anti-AI berusia 20 tahun, Daniel Moreno Gama, yang membawa pistol dan bom molotov, diduga mencoba melempar bom ke rumah CEO OpenAI, Sam Altman, namun gagal. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, tetapi insiden mengikuti serangkaian ancaman kekerasan dan setidaknya satu kali lockdown di kantor OpenAI.
Peristiwa serupa nyaris menimpa perusahaan pesaing OpenAI, Anthropic, ketika seorang pria berhasil menyelinap ke kantor pusat mereka. Pria tersebut dihentikan sebelum ada korban jiwa atau luka.
Tidak semua aksi anti-AI berbentuk percobaan kekerasan fisik. Aktivis juga melakukan perusakan fasilitas seperti melumpuhkan pusat data, merusak kamera berbasis AI, dan menggelar protes di kantor-kantor pusat perusahaan pengembang AI. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan kekhawatiran publik bahwa AI bisa memicu pemutusan hubungan kerja massal, memusatkan kekayaan dan kekuasaan, bahkan membawa konsekuensi ekstrem.
“Itu alasannya mengapa orang-orang membakar. Kita tak bisa kembali ke sistem perhambaan. Sangat terasa orang-orang yang berkuasa ingin jadi raja. Secara historis, itu tak pernah berakhir baik bagi para raja,” ujar mantan karyawan Pinterest bernama Bonnie Kate Wolf, yang kena PHK selama restrukturisasi perusahaan yang fokus pada AI.
Simak Video “Video Pesan Wapres Gibran untuk Generasi Muda: Gunakan AI untuk Belajar”
Ikuti Jurnal Indonesia
