Jurnal Indonesia — OpenAI dilaporkan sedang merancang perangkat keras AI baru tanpa layar bersama desainer legendaris Jony Ive. Produk yang akan datang ini bertujuan untuk sepenuhnya mendefinisikan ulang cara pengguna berinteraksi dengan kecerdasan buatan di rumah. Gadget bertenaga baterai ini menandai langkah besar ke arah perangkat keras konsumen bagi raksasa perangkat lunak tersebut.
Menurut bocoran industri terbaru, perangkat fisik ini akan menampilkan bentuk unik seperti donat. Ukurannya kira-kira setara dengan hockey puck standar dan tidak memiliki layar. Laporan menunjukkan perangkat ini bisa diluncurkan sekitar tahun 2027 dengan banderol harga di atas tiga ratus dolar, menempatkannya di segmen premium asisten rumah pintar.
Pendekatan Tanpa Layar untuk AI Rumahan
Berbeda dengan speaker pintar yang ada saat ini, perangkat ini akan sangat mengandalkan bagian fisik yang bergerak sendiri. Elemen bergerak ini akan bergeser secara dinamis untuk menunjukkan kapan AI sedang memproses permintaan. Perangkat keras ini juga akan menggabungkan berbagai kamera bawaan, lampu ambient, dan sensor pintar. Desainnya yang sangat portabel memastikan pengguna dapat membawanya dengan mudah di sekitar ruang tamu mereka.
Speaker ini akan memanfaatkan model bahasa alami tercanggih OpenAI untuk mendorong percakapan sehari-hari. Perangkat ini menjanjikan interaktivitas yang lebih mirip manusia daripada mode suara yang tersedia di aplikasi smartphone saat ini. Para pengamat industri percaya asisten seukuran puck ini hanyalah yang pertama dari banyak perangkat yang direncanakan.
OpenAI Hadapi Persaingan Awal di Perangkat Keras AI-Native
Sementara OpenAI dan Jony Ive terus membangun antisipasi seputar perangkat keras AI pertama mereka, persaingan sudah dimulai di tempat lain. Startup AI China, StepFun, meluncurkan Step X Neo pada Juli 2026, menggambarkannya sebagai ponsel pintar AI agentic pertama di dunia. Berbeda dengan ponsel bertenaga AI konvensional, Step X Neo dirancang untuk memahami niat pengguna dan menyelesaikan tugas multi-langkah di berbagai aplikasi dengan input manual minimal, memberikannya keunggulan awal dalam perangkat keras AI-native.
Apakah perangkat tanpa layar OpenAI dapat mendefinisikan ulang interaksi AI sehari-hari pada akhirnya akan bergantung pada seberapa baik ia memberikan pengalaman praktis tanpa tangan, daripada sekadar bentuk baru. Dengan para pesaing yang sudah membawa perangkat keras AI-native ke pasar, perusahaan akan membutuhkan lebih dari sekadar keahlian desain Jony Ive untuk menonjol di lanskap perangkat AI yang semakin kompetitif.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.