Jurnal Indonesia — Como 1907 memulai debutnya di Liga Champions dengan hasil impresif, meraih kemenangan 4-1 atas RB Leipzig. Pelatih Cesc Fabregas menekankan pentingnya bagi tim untuk tetap membumi meski meraih hasil positif di laga perdana.
Pertandingan yang berlangsung di Giuseppe Sinigaglia tersebut menjadi sejarah bagi Como yang untuk pertama kalinya tampil di kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi. Di hadapan publik sendiri, tim berjuluk I Lariani ini menunjukkan performa spektakuler.
Menurut catatan ESPN, Como dan Leipzig sama-sama mendominasi penguasaan bola sebesar 50 persen dan melepaskan 14 tembakan. Namun, Como terbukti lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Empat gol kemenangan Como dicetak oleh Martin Baturina, Tasos Douvikas, Nico Paz, dan Assane Diao. Sementara Leipzig hanya mampu membalas satu gol melalui Andrija Maksimovic.
Menanggapi kemenangan telak ini, Cesc Fabregas menyatakan kepuasannya atas penampilan anak asuhnya. Mantan gelandang Barcelona, Chelsea, dan Arsenal itu mengingatkan agar Como 1907 tidak cepat berpuas diri.
“Itu adalah penampilan yang luar biasa malam ini. Ini adalah pertandingan pertama kami di Liga Champions, jadi ini adalah malam bersejarah bagi kami. Kami tahu Leipzig akan menekan kami secara agresif, jadi kami mencoba menganalisis permainan mereka, mempelajari posisi mereka, dan memahami apa yang akan mereka lakukan saat menghadapi kami,” ujar Fabregas, seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Fabregas menambahkan, timnya sempat mengalami kesulitan ketika intensitas permainan Leipzig meningkat di babak kedua. Namun, adaptasi yang dilakukan setelah sekitar 60 menit pertandingan terbukti membuahkan hasil positif, terutama dalam skema serangan balik. “Skor 4-1 menunjukkan level yang bisa kami capai,” katanya.
Kemenangan di laga perdana ini sangat penting bagi Como. “Selalu penting untuk memulai sebuah kompetisi dengan tiga poin, baik itu Liga Champions maupun kompetisi lainnya. Bagi kami, ini adalah penghargaan atas kerja keras yang dilakukan tim tahun lalu, dan kami sangat senang bisa menjadi bagian darinya. Namun, kami tidak boleh melupakan jati diri kami. Kami harus tetap rendah hati dan berpijak pada kenyataan,” tegas pelatih asal Spanyol itu.
Hasil positif ini juga mengantarkan Como 1907 naik ke papan atas klasemen sementara Liga Champions. Tim asal Italia ini kini berada di bawah Paris Saint-Germain, Bayern Munich, Barcelona, dan Manchester United dalam daftar klasemen.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.