— Barcelona – Absennya Raphinha dan Pedri dari daftar nominasi Ballon d’Or 2026 menjadi kejutan yang menimbulkan kekecewaan mendalam bagi Barcelona. Direktur klub, Deco, bahkan melabeli keputusan tersebut sebagai sebuah skandal besar.

Daftar 30 pemain calon pemenang Ballon d’Or tahun ini baru saja dirilis. Dari skuad Barcelona musim lalu, hanya tiga nama yang masuk dalam daftar tersebut, yaitu Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Ferran Torres.

Padahal, Pedri menunjukkan performa yang sangat impresif sepanjang musim 2025/2026. Gelandang asal Spanyol ini berhasil mencetak dua gol dan memberikan 12 assist. Kontribusinya sangat krusial dalam mengantar Barcelona meraih gelar LaLiga untuk kedua kalinya secara beruntun, serta berperan penting dalam kesuksesan tim nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

Sementara itu, musim Raphinha sedikit terganggu oleh cedera. Meskipun demikian, ia tetap mampu mencatatkan 21 gol dan delapan assist dari 33 penampilannya. Sayangnya, ia hanya tampil dua kali di Piala Dunia 2026 bersama Brasil yang terhenti di babak 16 besar.

“Menurut saya, ini adalah sebuah skandal yang sangat besar,” ujar Deco dalam sebuah wawancara dengan RAC1. “Saya tidak paham dengan daftarnya, pemungutan suaranya… Penghargaan individu itu tidak adil.”

Deco melanjutkan, “Sepakbola itu kan sebuah olahraga tim, jadi sulit untuk menunjuk individual. Melihat seorang pemain seperti Pedri tidak masuk, dengan bakat yang dia miliki, saya gagal memahaminya,” keluh eksekutif asal Portugal tersebut.

Pemenang Ballon d’Or 2026 dijadwalkan akan diumumkan pada 26 Oktober mendatang. Tidak dapat dipungkiri, ada kemungkinan besar penghargaan prestisius ini akan kembali diraih oleh pemain yang terkait dengan Barcelona, mengingat Lamine Yamal dan Rodri digadang-gadang sebagai kandidat kuat peraih penghargaan tersebut.