Jurnal Indonesia — Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya kontak lima jurnalis yang sedang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia mendorong agar instansi terkait segera melakukan upaya pencarian secara maksimal.
“Yang pertama kami menyatakan prihatin terhadap para teman-teman jurnalis yang pada saat ini belum diketahui keberadaannya, dan kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui,” ujar Dasco di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Ia menambahkan, “Dan kita doakan semoga upaya yang terbaik juga bisa dapatkan hasil yang terbaik.”
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengingatkan pentingnya faktor keselamatan bagi para jurnalis saat bertugas di daerah bencana. Menurutnya, peliput harus mempersiapkan aspek keselamatan secara matang.
“Ya penting ya untuk apa, menaati berbagai risiko nanti ketika melakukan peliputan, khususnya di daerah-daerah yang memang terkena bencana. Apalagi daerah-daerah yang terkena bencananya itu menimbulkan resiko, bagi tidak hanya masyarakat, tapi juga bagi para peliput,” jelas Saan.
DPR berkomitmen untuk terus mendorong Basarnas dan pihak terkait lainnya dalam upaya pencarian lima jurnalis yang hilang. Saan menegaskan bahwa upaya pencarian harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan.
“DPR akan mendorong kepada seluruh pihak, terutama pihak-pihak terkait dalam hal ini Basarnas maupun yang lain, untuk secara sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk mencari keberadaan kelima jurnalis tersebut. Karena penting, kita untuk tahu tentang kepastian keberadaan mereka itu, kan gitu,” ungkap Saan.
Politikus Partai NasDem ini menekankan bahwa kepastian keberadaan kelima jurnalis tersebut sangat penting, tidak hanya bagi mereka yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas. Ia kembali mengimbau agar keselamatan selalu menjadi prioritas utama bagi jurnalis yang bertugas di wilayah rawan bencana.
“Kita ingin bahwa mereka segera untuk bisa ditemukan keberadaannya ada di mana, karena ini menyangkut bukan hanya yang bersangkutan, tapi juga keluarga dan juga apa, kita semua. Jadi sekali lagi, DPR terus akan berupaya mendorong seluruh pihak terkait untuk secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mencari keberadaan mereka,” tuturnya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah melanjutkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Tim SAR menyisir pulau-pulau di sekitar gunung berapi tersebut.
“Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah perairan hingga sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan,” kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, Rabu (9/9/2026).
Saat ini, tim SAR gabungan mengerahkan lima kapal untuk menyisir perairan Selat Sunda dengan total area pencarian mencapai sekitar 271 nautical mile (NM). Lima jurnalis yang hilang kontak adalah M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance). Bersama mereka, turut hilang tiga awak kapal: Warta selaku kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai guide.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.