— Kantor SAR Banten telah menyiapkan dua unit drone termal untuk memperluas area pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak. Kelima jurnalis tersebut diketahui berangkat menggunakan kapal cepat dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, menyatakan bahwa pencarian akan dilanjutkan kembali pada pukul 07.00 WIB setelah kondisi cuaca dan operasional memungkinkan, dengan melibatkan personel gabungan dan sejumlah armada.

Rizky menjelaskan bahwa upaya pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat saat ini belum bisa dilakukan karena sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau masih cukup tinggi. Sebagai alternatif, dua drone termal yang tersedia di KN SAR Tetuka akan dimanfaatkan untuk memantau area sekitar gunung berapi tersebut. “Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” ujar Rizky.

Sebelumnya, pencarian telah dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB pada Selasa (8/9), sebelum kapal tersebut merapat ke Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Keputusan untuk menghentikan sementara pencarian di malam hari diambil karena kondisi laut yang kurang bersahabat serta jarak pandang yang terbatas. “Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,” jelas Rizky.

Operasi pencarian ini melibatkan beberapa armada, termasuk dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung. Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan kapal yang ditumpangi para jurnalis tersebut bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terdeteksi. Informasi mengenai kemungkinan keberadaan mereka di Pulau Sebesi masih dalam proses verifikasi.

Untuk menambah kekuatan pencarian, tim SAR akan melibatkan nelayan setempat. Berdasarkan data posko operasi pencarian Kantor SAR Banten, setidaknya lima unit sarana utama dari berbagai instansi telah dikerahkan dan siap beroperasi. Armada tersebut meliputi KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu unit ambulans dari FBN Banten. Seluruh armada laut dan darat ini disiagakan secara terpadu.

Potensi SAR yang dikerahkan juga melibatkan unsur gabungan dari 16 instansi dan elemen masyarakat dengan total kekuatan personel yang masif. Unsur tersebut meliputi USS Pandeglang, Kantor SAR Banten, KN SAR Tetuka, Polsek Carita, Ditpolairud Polda Banten, Lanal Danposal Sumur/Labuan, Ditpolairud Mabes Sanjaya, Babinsa Carita, Pol PP, Kepala Desa Sukajadi, Potsar Banten, Balawista, Kecamatan Carita, Media Lokal, serta partisipasi dari nelayan dan masyarakat setempat.