— JAKARTA – Enzo Maresca, manajer baru Manchester City, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan gaya bermainnya sendiri di klub. Ia menyatakan tidak ingin berada di bawah bayang-bayang Pep Guardiola dan menolak anggapan bahwa pendekatannya merupakan hasil ‘copy-paste’ dari sang pendahulunya.

Maresca mengambil alih kemudi Manchester City pada musim ini, menggantikan Pep Guardiola yang telah mengakhiri dekade penuh prestasi bersama The Citizens. Selama sepuluh tahun, Guardiola berhasil mempersembahkan 20 gelar, termasuk enam gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions.

Tugas berat memang menanti Maresca untuk melanjutkan kesuksesan tersebut. Namun, Maresca bukanlah sosok asing di Manchester City. Ia pernah menjabat sebagai pelatih akademi klub pada tahun 2020, sebelum kemudian menjadi asisten Guardiola pada tahun 2022.

Setelah satu tahun mendampingi Guardiola, Maresca melanjutkan kariernya sebagai manajer Leicester City, di mana ia berhasil membawa klub tersebut menjuarai Championship. Ia juga sempat menangani Chelsea, mengantarkan The Blues meraih gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Meskipun dianggap memiliki pemahaman yang baik tentang sepak bola berkat pengalamannya bersama Guardiola, Maresca menekankan independensinya dalam mengembangkan taktik. “Setiap manajer berbeda, dari hari ke hari dan pendekatannya terhadap pertandingan,” ujar Maresca dikutip dari Sky Sports.

Ia menambahkan, “Kami sedang melihat ke arah mana kami perlu menyesuaikan beberapa konsep. Saya rasa mereka tidak hanya menjiplak. Saya tidak melihat sepak bola dengan cara yang sama seperti manajer sebelumnya, itulah mengapa saya tidak percaya pada metode copy-paste.” Pernyataan ini menegaskan ambisinya untuk membawa identitas sepak bola uniknya sendiri ke Etihad Stadium.