Jurnal Indonesia — JAKARTA – Striker andalan Manchester City, Erling Haaland, menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak minimnya jeda musim panas terhadap performanya di kompetisi mendatang. Situasi ini diperparah dengan absennya Haaland dalam rangkaian laga pramusim timnya.
Musim panas kali ini memang berbeda bagi Haaland. Ia harus tetap berkompetisi karena tim nasional Norwegia berhasil lolos ke Piala Dunia setelah penantian 28 tahun, bahkan melaju hingga babak perempatfinal. Pencapaian ini membuat Haaland mendapatkan libur musim panas yang lebih panjang, namun konsekuensinya adalah ia terpaksa melewatkan pertandingan-pertandingan pramusim bersama Manchester City.
Haaland tidak hanya mengkhawatirkan kondisi fisiknya akibat minimnya persiapan pramusim, tetapi juga potensi dampak pada ketajaman mentalnya akibat jeda kompetisi yang kurang memadai. “Musim baru segera dimulai dan saya bahkan tidak ikut pramusim. Biasanya saya selalu ikut pramusim, tapi kali ini tidak,” ujar Haaland seperti dikutip Sky Sports dari saluran YouTube pribadinya.
Ia melanjutkan, “Aspek fisik memang bisa terbentuk, asalkan Anda terhindar dari cedera, tetapi Anda juga harus tetap tajam secara mental, dan itu tidak mudah.”
Haaland menambahkan, “Kami harus memiliki hasrat untuk kembali bermain, namun kami tidak memilikinya karena tidak ada waktu yang cukup untuk benar-benar menjauh dari sepak bola. Jadwal pertandingan sangat padat dan musimnya menjadi lebih panjang.”
Meskipun demikian, Haaland tidak mengeluh secara berlebihan. “Saya tidak mengeluh karena ini tetaplah hal yang positif, yaitu Anda bisa bermain sepak bola sepanjang tahun dan menjalaninya sebagai profesi. Namun, terkadang kami juga membutuhkan jeda. Jadi, kita lihat saja nanti. Saya belum pernah berada dalam situasi ini sebelumnya. Saya belum pernah bermain di Piala Dunia sebelumnya, jadi saya tidak tahu bagaimana nantinya,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.