— Empat bandara di Indonesia terpaksa memperpanjang penutupan operasionalnya hingga Senin pagi ini, menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlangsung. Penutupan ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik bagi keselamatan penerbangan.

Informasi yang disampaikan oleh InJourney Airports menyatakan bahwa penutupan operasional bandara-bandara tersebut berlaku hingga pukul 08.59 WIB. Maskapai dan penumpang dihimbau untuk terus memantau perkembangan status penerbangan masing-masing guna mendapatkan informasi terbaru.

Berikut adalah daftar empat bandara yang masih terdampak penutupan:

  • Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang: Operasional ditutup hingga 7 September, pukul 08.59 WIB.
  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta: Operasional ditutup hingga 7 September, pukul 08.59 WIB.
  • Bandara Radin Inten II, Lampung: Operasional ditutup hingga 7 September, pukul 08.59 WIB.
  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung: Operasional ditutup hingga 7 September, pukul 08.59 WIB.

Sebaran Abu Vulkanik Mengkhawatirkan

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merinci pola sebaran abu vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Anak Krakatau. Analisis BMKG menunjukkan bahwa abu vulkanik tersebut telah menyebar luas, mencakup wilayah Lampung hingga sebagian besar wilayah DKI Jakarta.

Data sebaran abu vulkanik yang dirilis BMKG per pukul 04.00 WIB mengidentifikasi adanya dua area utama sebaran abu. Pola ini didasarkan pada informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Darwin Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), dikombinasikan dengan analisis citra satelit.

“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” demikian keterangan resmi BMKG.

Klaster sebaran abu pertama bergerak mengarah ke wilayah utara-timur laut dan selatan, meliputi sebagian besar DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, termasuk perairan di sekitarnya. Ketinggian sebaran abu pada klaster ini teramati mencapai 20.000 kaki dari permukaan.

“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20 ribu ft teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” jelas BMKG lebih lanjut.