— JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebabkan gangguan signifikan pada transportasi udara di Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa sejak 5 September 2026, sekitar 2.300 penerbangan terpengaruh dan ratusan ribu calon penumpang terdampak.

Untuk mengatasi potensi penumpukan penumpang dan memastikan kelancaran operasional, Kemenhub telah menetapkan enam bandara alternatif. Bandara-bandara tersebut tersebar di beberapa provinsi, meliputi Bandara Juanda di Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Ahmad Yani di Jawa Tengah, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, serta Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengimbau seluruh maskapai, baik domestik maupun internasional, untuk memanfaatkan bandara-bandara alternatif yang telah disiapkan. “Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang,” ujar Dudy dalam rilis yang diterima B-Universe, Senin (7/9/2026).

Penutupan sementara tujuh bandara utama menjadi penyebab terbesar dampak operasional, memengaruhi 1.397 penerbangan dengan total 177.579 penumpang. Selain itu, penyesuaian rute penerbangan di luar area yang ditutup juga berdampak pada 922 penerbangan dan 92.758 penumpang.

Penggunaan bandara alternatif akan tetap mempertimbangkan kesiapan operasional masing-masing maskapai dan ketersediaan rute. Kemenhub, bersama AirNav Indonesia dan pengelola bandara, terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan proses pengalihan rute berjalan dengan aman dan lancar.

Kemenhub juga mengimbau seluruh calon penumpang untuk secara proaktif memeriksa status jadwal penerbangan mereka langsung kepada pihak maskapai sebelum berangkat ke bandara. Penumpang yang penerbangannya terdampak pembatalan diminta untuk mengikuti kebijakan terkait penjadwalan ulang (reschedule) atau pengalihan penerbangan.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah tertib mengikuti aturan dan arahan terkait kondisi penerbangan saat ini. Dukungan dan kepatuhan masyarakat sangat membantu proses penanganan kondisi ini, khususnya dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” tambah Dudy.

Pemerintah akan terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik dan melakukan evaluasi keselamatan penerbangan secara berkala bersama seluruh pemangku kepentingan. Informasi terbaru mengenai status operasional bandara akan segera diperbarui melalui kanal resmi Kemenhub dan maskapai penerbangan.