Jurnal Indonesia — Banten – Pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau masih terkendala kondisi cuaca. Kapolda Banten Irjen Hengki menyatakan bahwa gelombang tinggi dan angin kencang menjadi hambatan utama bagi tim SAR gabungan yang berupaya menemukan mereka.
“Tim masih berada di lapangan dan terus kami monitor. Kondisi cuaca, angin cukup kencang dan gelombang sekitar satu sampai dua meter. Kami terus memantau perkembangan pencarian dari posko di Carita,” ujar Hengki pada Rabu (9/9/2026).
Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan yang terdiri dari 250 personel telah memulai penyisiran sejak pukul 07.00 WIB. Operasi pencarian dibagi ke dalam lima titik strategis untuk memaksimalkan jangkauan.
Hengki menambahkan bahwa kondisi perairan yang bergejolak menjadi tantangan signifikan bagi tim di lapangan. Ia mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan di sekitar wilayah tersebut, untuk segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan yang terapung di laut. Informasi tersebut sangat berharga untuk membantu tim dalam melakukan pengecekan dan melanjutkan upaya pencarian.
“Apabila masyarakat atau nelayan menemukan benda-benda mencurigakan atau benda yang terapung di laut, segera informasikan kepada petugas atau posko kami yang berada di Carita. Informasi tersebut akan membantu tim untuk segera melakukan pengecekan dan langkah pencarian,” jelas Hengki.
Apabila korban belum juga ditemukan pada hari kedua, tim SAR berencana untuk memperluas area pencarian. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan pada malam hari.
Sebelumnya, lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan speedboat pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB.
Komunikasi terakhir dengan rombongan terjalin sekitar pukul 15.04 WIB, setelah salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir pada pukul 14.42 WIB. Hingga Selasa sore, keberadaan mereka belum diketahui, mendorong Tim SAR Banten segera bergerak melakukan pencarian.
Berikut adalah daftar penumpang speedboat yang masih dalam pencarian:
- Warta (55), kapten kapal
- Surakman (60), ABK
- Heriyanto (49), guide
- M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara
- Ari Basuki, jurnalis Merdeka
- Yudhis, jurnalis iNews
- Daus, jurnalis Anadolu
- Donal, jurnalis lepas (freelance)
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.