Jurnal Indonesia — Waze mulai mendapat integrasi kecerdasan buatan Gemini dari Google untuk meningkatkan pengalaman navigasi personal. Pembaruan ini memfokuskan pada interaksi suara yang lebih natural dan fitur rute yang menyesuaikan kebiasaan pengemudi.
Pembaruan diumumkan pada Selasa (14/7/2026) dan mencakup fitur AI serta peningkatan non-AI yang dirancang untuk mengurangi gangguan dan memberikan rute lebih relevan bagi pengguna.
Pembaruan Berbasis Gemini
Pembaruan utama yang memanfaatkan Gemini menghadirkan dua kemampuan suara baru. Pertama, fitur Pelaporan Berbasis Percakapan (Conversational Reporting) — yang pertama kali dikenalkan pada 2024 — kini diperbarui sehingga pengemudi dapat melaporkan insiden lalu lintas atau mengusulkan pembaruan peta menggunakan perintah suara natural seperti sedang mengobrol. Pengguna dapat, misalnya, melaporkan penutupan jalan atau memberi tahu nomor rumah yang sudah usang melalui perintah suara.
Kedua, fitur Pencarian Destinasi dapat menanggapi permintaan suara yang lebih spesifik. Pengguna bisa memberi perintah seperti, “Carikan kedai kopi yang masih buka sekarang,” atau, “Cari pom bensin terdekat yang harganya paling murah,” dan Waze akan menyesuaikan pencarian sesuai instruksi tersebut.
Peningkatan Fitur Berkendara Tanpa AI
Selain integrasi AI, Waze juga menghadirkan peningkatan fitur non-AI untuk kenyamanan berkendara. Mode Anti-Berisik (Less Chatty Mode) memungkinkan pengguna mengurangi frekuensi panduan suara sehingga sesi mendengarkan musik atau podcast tidak terus-menerus terpotong oleh arahan navigasi.
Waze juga menambahkan Mode Sepeda Motor (Motorcycle Mode) yang menghadirkan opsi jalan pintas khusus kendaraan roda dua, dengan tujuan menyediakan rute terbaik dan estimasi waktu tiba yang lebih akurat bagi pengendara motor.
Fitur Rute Personal mulai menyarankan jalur berdasarkan riwayat perjalanan pengguna dan pola lalu lintas lokal. Jika pengguna cenderung memilih jalan tol daripada jalan arteri, Waze akan menempatkan opsi rute favorit tersebut di urutan teratas pilihan rute.
Sampai saat ini, Google memilih pendekatan bertahap untuk mengintegrasikan AI ke Waze dan belum melakukan perombakan AI menyeluruh pada aplikasi ini, berbeda dengan pembaruan AI yang belakangan diterapkan pada platform navigasi lain milik perusahaan yang sama.
Ikuti Jurnal Indonesia
