Jurnal Indonesia — Sehari setelah genap berusia 19 tahun, Lamine Yamal mendapat kado yang diimpikannya: kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026. Spanyol memenangi semifinal dengan skor 2-0 di AT&T Stadium, Dallas, pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat.
Yamal sendiri sebelumnya menyatakan harapannya agar ulang tahunnya dirayakan dengan kemenangan dan kesempatan tampil di final yang akan digelar di New York. Harapan itu kini terwujud setelah La Roja menyingkirkan Les Bleus.
Mimpi Yamal Terwujud
Pada 13 Juli 2026, Yamal merayakan ulang tahun ke-19 bersama rekan-rekannya di kamp timnas Spanyol. Perayaan berlangsung sederhana dengan kue ulang tahun dan suasana hangat skuad La Roja.
Namun yang paling diinginkan Yamal bukan pesta atau hadiah mewah. “Hadiah ulang tahun terbaik buat saya adalah menang besok dan pergi ke New York,” ujar pemain Barcelona tersebut sehari sebelum laga semifinal. Ia bahkan berharap bisa terus merayakan kebersamaan bersama rekan-rekannya hingga 19 Juli, tanggal digelarnya final Piala Dunia 2026.
Ucapan itu kini menjadi kenyataan setelah Spanyol tampil meyakinkan menghadapi Prancis.
Jalannya Pertandingan
La Roja tampil percaya diri sejak menit awal. Kecepatan dan kreativitas Yamal di sisi kanan beberapa kali merepotkan lini belakang Prancis.
Tekanan Spanyol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-22. Aksi Yamal memaksa pertahanan Prancis melakukan pelanggaran yang berujung penalti, lalu Mikel Oyarzabal menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membuka skor.
Unggul satu gol membuat Spanyol semakin nyaman menguasai permainan.
Pada babak kedua, Pedro Porro memastikan kemenangan lewat gol indah pada menit ke-58. Bek kanan Tottenham Hotspur itu menyelesaikan skema serangan cepat yang ia bangun bersama Dani Olmo sebelum melepaskan tembakan akurat ke gawang Prancis.
Skor 2-0 bertahan hingga laga usai dan mengantarkan Spanyol melangkah ke final Piala Dunia 2026 di New York.
Kontribusi Yamal dan Respons Publik
Meski tidak mencetak gol, kontribusi Lamine Yamal kembali menjadi salah satu kunci permainan Spanyol. Pemain berusia 19 tahun itu beberapa kali menciptakan peluang berbahaya lewat dribel, umpan terobosan, dan pergerakannya yang sulit dihentikan pemain bertahan Prancis.
Sepanjang turnamen, Yamal menjadi salah satu motor serangan La Roja. Penampilannya yang konsisten membuatnya disebut sebagai salah satu kandidat pemain muda terbaik di Piala Dunia 2026.
Di usianya yang masih sangat muda, ia kini hanya tinggal selangkah lagi mewujudkan mimpi terbesar dalam kariernya, yakni mengangkat trofi Piala Dunia bersama Spanyol.
Pujian bagi Yamal pun menghiasi lini masa usai Spanyol melangkah ke babak final. Berikut rangkumannya:
“Nama Yamal ternyata menakutkan buat para Bek Prancis. Terbukti dia dikawal 2 sampe 3 bek . Dan mengacaukan sisi kiri pertahanan Prancis. The next superstar,” kata @arqanze93492.
“Permainan dan sikapnya makin dewasa. Dilanggar keras dia tidak emosi, lebih mementingkan tim. Salut dah umur segitu udah bisa tinggalkan ego,” ujar @dhimaz_rio2182.
“Berharap Yamal tidak terseret kehidupan hedon yg bakal merusak potensinya. Ada harapan dia bisa jadi bintang besar dg usianya yg msh sangat muda,” harap @DewaYasmin.
“Setelah singkirkan Cristiano & Mbappe,apakah juga akan menyingkirkan Kane atau Messi?” tanya @wahjuwibowosby.
“Yang sangat saya suka dan perlu sekali digaris bawahi di sini adalah kematangan seorang pemain berusia 19 tahun. Gila asli. Asal ga ikut jejak kebiasaan buruk idolanya (Neymar) di luar lapangan, kayaknya memenangkan Ballon d’Or lebih dari sekali bukan hal yg mustahil bagi Yamal,” kata @KipasErer.
ARLINGTON, TEXAS – JULY 14: Pedro Porro #12 of Spain celebrates scoring his team’s second goal with teammates during the FIFA World Cup 2026 Semi Final match between France and Spain at Dallas Stadium on July 14, 2026 in Arlington, Texas. (Photo by Tullio Puglia – FIFA/FIFA via Getty Images) Foto: FIFA via Getty Images/Tullio Puglia – FIFA
Simak Video “Video Spanyol Usai Libas Arab Saudi: Analisisnya Positif, Jadi Makin PD”
Ikuti Jurnal Indonesia
