— Manchester United secara resmi mengumumkan kerja sama sponsor perlengkapan latihan baru yang akan berlaku dalam jangka panjang, dimulai pada musim 2026/2027. Pengumuman ini mengakhiri periode satu musim penuh di mana Setan Merah tidak memiliki sponsor pada perlengkapan latihan mereka.

Nilai kontrak kerja sama ini diperkirakan mencapai 20 juta poundsterling per musim, yang setara dengan sekitar Rp 437 miliar (dengan asumsi kurs £1 = Rp 21.850). Angka tersebut menempatkan kesepakatan ini sebagai salah satu kontrak sponsor perlengkapan latihan terbesar dalam sejarah sepak bola.

Mulai musim 2026/2027, logo platform taruhan olahraga online akan menghiasi perlengkapan latihan tim putra dan putri Manchester United. Selain itu, merek sponsor ini juga akan tampil di berbagai aset pertandingan di Old Trafford dan Stadion Progress with Unity.

Pihak klub menilai kesepakatan komersial ini akan memberikan tambahan pemasukan yang signifikan, yang diharapkan dapat memperkuat daya saing tim. Dana segar ini diharapkan membantu Manchester United kembali bersaing dalam perebutan trofi-trofi bergengsi di masa mendatang.

Strategi Komersial dan Dampak Finansial MU

Manchester United sengaja menunda pengikatan sponsor baru, memilih untuk menjalani musim 2025/2026 tanpa sponsor perlengkapan latihan. Keputusan ini diambil demi mendapatkan nilai kontrak yang lebih tinggi, terutama setelah klub dipastikan kembali tampil di Liga Champions.

Nilai kerja sama sekitar Rp 437 miliar per musim ini melampaui sebagian besar kontrak sponsor perlengkapan latihan maupun sponsor lengan kostum yang ada di dunia sepak bola saat ini. Posisi ini menegaskan kembali daya tarik komersial Manchester United di kancah global.

Meskipun demikian, angka tersebut masih sedikit di bawah kerja sama sebelumnya dengan Tezos, yang bernilai sekitar 24 juta poundsterling atau kurang lebih Rp 524 miliar per musim. Perbandingan ini menempatkan kontrak baru pada kisaran elite, sekaligus memberikan patokan yang realistis terhadap pasar sponsor sejenis.

Manajemen United meyakini bahwa peningkatan pendapatan ini akan berkontribusi besar dalam memperkuat kondisi finansial klub. Dengan pendapatan komersial yang bertambah, klub akan memiliki ruang lebih besar untuk melakukan investasi di berbagai sektor, termasuk pengembangan tim, guna kembali bersaing memperebutkan gelar-gelar besar.

Ambisi Global Manchester United

Chief Business Officer Manchester United, Marc Armstrong, menegaskan bahwa kesepakatan ini sejalan dengan strategi pertumbuhan bisnis klub. Ia menilai kekuatan merek dan jangkauan pendukung yang mendunia menjadi fondasi utama kemitraan berskala internasional ini.

“Skala kemitraan baru kami yang menarik ini mencerminkan strategi pertumbuhan kami, kekuatan, dan daya tarik global Manchester United yang abadi,” ujar Marc Armstrong.

Armstrong berharap kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan secara komersial, tetapi juga mampu mempererat hubungan klub dengan para pendukung di berbagai negara. Selain itu, kemitraan ini juga diharapkan membuka peluang bisnis baru bagi kedua belah pihak.

“Kami berharap dapat bekerja sama untuk membantu mempercepat ambisi global mereka dan menciptakan peluang baru untuk mendekatkan para pendukung dengan Manchester United,” tambahnya.