Jurnal Indonesia — Penyerang Bayern Munich, Harry Kane, memberikan tanggapan atas pernyataan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, mengenai kriteria peraih penghargaan Ballon d’Or. Yamal sebelumnya menyebut bahwa mencetak banyak gol atau memenangkan gelar juara bukanlah jaminan mutlak untuk meraih Si Bola Emas.
Menurut Yamal, pemenang Ballon d’Or seharusnya adalah pemain terbaik di dunia yang memiliki permainan unik dan berbeda dari yang lain. Pemain berusia 19 tahun itu bahkan menganggap hanya dirinya dan Kylian Mbappe yang berada dalam kategori tersebut saat ini.
“Jika pemain terbaik di dunia adalah yang terbaik, bukan yang mencetak gol terbanyak atau yang memenangkan gelar terbanyak, maka penghargaan itu akan kembali memiliki nilai sebenarnya,” ujar Yamal, yang komentarnya banyak diinterpretasikan sebagai sindiran terhadap Harry Kane.
Harry Kane, yang musim lalu mencatatkan 73 gol untuk klub dan tim nasional serta memecahkan rekor 100 gol tercepat di Bundesliga, memilih untuk tidak terlalu memikirkan pernyataan Yamal. Ia menegaskan fokusnya tetap pada performa di lapangan.
“Saya tidak tahu apa maksudnya. Yamal adalah pemain yang luar biasa. Dia menjalani musim yang hebat, seperti banyak pemain lainnya. Mbappe, Michael (Olise), Rodri. Ada banyak kandidat,” kata Kane, seperti dilansir dari One Football.
Lebih lanjut, Kane menambahkan bahwa setiap orang berhak menyampaikan pendapatnya. “Setiap orang berhak mengekspresikan diri mereka sesuka hati. Setiap orang berbeda. Itu bukan urusan saya. Saya akan terus melakukan hal saya di lapangan dan kemudian kita lihat apa yang terjadi,” imbuhnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.