Jurnal Indonesia — Inter Milan berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk meraih kemenangan dramatis 5-3 atas Udinese dalam lanjutan Serie A di Giuseppe Meazza. Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui sempat merasa khawatir melihat timnya tertinggal di awal pertandingan.
Udinese, yang dijuluki “Zebra Kecil”, sempat mengejutkan Inter dengan mencetak dua gol cepat melalui James Abankwah pada menit ke-9 dan Juergen Ekkelenkamp pada menit ke-16. Namun, Inter tidak tinggal diam dan berhasil menyamakan kedudukan sebelum jeda babak pertama.
Gol penyeimbang Inter dicetak oleh tendangan indah Carlo Augusto pada menit ke-26, disusul gol penyama kedudukan dari Nicolo Barella pada menit ke-35. Skor imbang 2-2 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Inter Milan menunjukkan kelasnya dengan mencetak tiga gol tambahan. Marcus Thuram membuka keunggulan pada menit ke-57, diikuti oleh Pio Esposito pada menit ke-67, dan Ange-Yoan Bonny yang memastikan kemenangan pada menit ke-79. Udinese hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Idrissa Gueye di menit akhir laga.
Kemenangan ini membawa Inter Milan naik ke peringkat kedua klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 12 poin, menyamai raihan poin AS Roma di puncak klasemen namun kalah dalam selisih gol.
Usai pertandingan, Cristian Chivu mengungkapkan rasa khawatirnya di awal laga. “Jika saya tidak bilang saya khawatir, berarti saya bukan pelatih. Ini adalah sepak bola modern; intensitasnya sangat tinggi, lawan berani meladeni permainan kami, dan saya menyukai gaya bermain seperti ini, meskipun itu berarti harus mengambil risiko,” ujar Chivu seperti dikutip dari Football Italia.
Chivu memuji gol penyama kedudukan yang berawal dari keberhasilan merebut bola dengan cepat. Meskipun meraih kemenangan, ia menilai timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. “Kami tidak sempurna; kami sadar masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ada aspek-aspek yang perlu kami perbaiki,” jelasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.