Jurnal Indonesia — Manchester United harus menelan kekalahan dari Manchester City dalam pertandingan yang digelar di Old Trafford. Gol tunggal Erling Haaland yang dinilai kontroversial dan berasal dari posisi offside menjadi sorotan utama dalam laga tersebut.
Tim berjuluk Setan Merah takluk 0-1 dari City melalui gol yang dicetak oleh Haaland. Badan Wasit (Pro Ref) bahkan mengakui bahwa keputusan VAR yang mengesahkan gol tersebut dinilai keliru. Gol tersebut terjadi ketika Enzo Fernandez, yang berada di dekat kotak penalti, sudah dalam posisi offside. Namun, fokus VAR dinilai terlalu tertuju pada pengecekan posisi offside atau onside Haaland, sehingga momen tersebut terlewatkan.
Mantan striker Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, mengaitkan gol kontroversial Haaland ini dengan kartu merah yang diterima oleh Phil Foden. Ia menyoroti insiden yang terjadi sebelum gol tersebut tercipta.
Dalam pertandingan tersebut, Manchester City harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-23 setelah Phil Foden diganjar kartu merah. Gelandang serang City tersebut diusir keluar lapangan setelah menendang Bruno Fernandes. Insiden ini terjadi setelah Foden dilanggar lebih dulu oleh Fernandes.
Tayangan lambat menunjukkan bahwa gelandang MU sempat menendang Foden dua kali saat pemain City itu tergeletak di lapangan. Foden kemudian membalasnya sedikit, namun langsung berguling-guling seolah kesakitan, padahal tidak terluka.
“Pada akhirnya, Bruno Fernandes adalah pemain curang,” kata Agbonlahor kepada talkSPORT. “Dia pemain yang luar biasa, tapi dia curang. Anda menendang Foden dua kali saat dia sudah tergeletak di lapangan, yang seharusnya membuatnya mendapat kartu merah. Lalu Foden membalas sedikit saja, dan dia langsung berguling-guling padahal tidak terluka.”
Agbonlahor berpendapat bahwa wasit seharusnya memberikan kartu kuning kepada kedua pemain. “Wasit yang benar akan mendekat dan berkata, ‘Kalian berdua, hentikan.’ Masing-masing dapat kartu kuning, permainan dilanjutkan. Itu sama sekali bukan kartu merah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agbonlahor menilai gol Haaland bisa jadi merupakan balasan karma bagi Manchester United. Kartu merah Foden yang dianggapnya tidak adil, akhirnya dibalas dengan gol kontroversial Haaland. “Itulah sebabnya anda mendapat balasan karma. Mungkin gol Haaland yang seharusnya dianulir itu adalah balasan karma yang kadang-kadang anda dapatkan dalam sepakbola atas kartu merah yang diterima Phil Foden,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.