Jurnal Indonesia — AS ROMA – Inter Milan berhasil mengamankan satu poin krusial saat bertandang ke markas AS Roma dalam lanjutan Serie A 2026/2027. Namun, performa lini pertahanan tim berjuluk Nerazzurri ini masih menjadi catatan penting yang perlu segera dibenahi.
Dalam pertandingan pekan kelima yang digelar di Stadion Olimpico pada Sabtu (19/9/2026) malam WIB, AS Roma sempat unggul cepat di menit kelima melalui gol Manu Kone. Keunggulan tuan rumah bertambah setelah Kone kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37.
Roma tampil dominan di babak pertama dengan melepaskan 11 percobaan tembakan, tiga di antaranya mengarah tepat sasaran. Inter Milan sendiri hanya mampu menciptakan tiga tembakan. Namun, gol cepat Lautaro Martinez di awal babak kedua berhasil mengubah dinamika pertandingan.
Inter Milan meningkatkan intensitas serangan di babak kedua dengan menciptakan 13 percobaan tembakan sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-79. Raihan satu poin ini cukup untuk menjaga posisi Inter di tiga besar klasemen Serie A.
Meskipun demikian, sorotan utama tetap tertuju pada lini belakang Inter yang kembali menunjukkan kerapuhan. Sejak pekan pertama Serie A musim ini, Inter Milan baru mencatatkan satu kali *clean sheet* saat mereka menang tipis 1-0 atas Cagliari. Sisanya, gawang Inter selalu kebobolan, dengan total delapan gol bersarang di jala mereka.
Jumlah kebobolan ini menjadi yang terbanyak sejak musim 2022/2023. Selain itu, Inter juga selalu kemasukan setidaknya dua gol dalam tiga pertandingan beruntun, sebuah catatan yang belum pernah terjadi sejak Oktober 2024.
Yang menjadi perhatian serius adalah Inter Milan sudah tiga kali tertinggal dengan selisih dua gol dalam pertandingan musim ini. Jika pada laga sebelumnya melawan Napoli dan Udinese mereka mampu bangkit untuk meraih kemenangan, kali ini Inter hanya mampu mengakhiri laga dengan hasil imbang.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui bahwa timnya perlu meningkatkan performa, terutama dalam memahami intensitas permainan lawan. “Kami harus lebih baik dalam cara bermain belakangan ini, memahami intensitas lawan. Saya tidak meminta mereka tampil melewati batas, tapi setidaknya menyamai intensitas mereka,” ujar Chivu seperti dikutip dari Football Italia.
Meskipun demikian, Chivu tetap mengambil sisi positif dari performa timnya di babak kedua. “Posisi kami musim lalu lebih buruk ketimbang sekarang, jangan lupa kami mendapat 13 poin setelah dua kali duel kontra rival kami seperti Napoli dan Roma. Kami tahu, pekerjaan kami masih banyak, tapi saya akan ambil sisi positif dari performa di babak kedua,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.