Jurnal Indonesia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dilaporkan telah meluas hingga kilometer (KM) 19 di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar kini mewaspadai pergerakan api yang semakin mendekati kawasan Danau Masoraian, yang merupakan salah satu habitat penting bagi orang utan.
Bupati Kobar, Nurhidayah, menyatakan bahwa upaya pemadaman melalui udara menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Pemkab telah mengirimkan permohonan bantuan helikopter water bombing sebanyak tiga kali kepada pihak terkait. “Yang paling sulit saat ini lokasinya berada di dalam dan sulit terjangkau armada pemadam. Jalan satu-satunya hanya pemadaman melalui udara,” kata Nurhidayah saat memberikan arahan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di Posko Induk.
Menurut Nurhidayah, kawasan sepanjang Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama menjadi salah satu fokus utama penanganan karhutla. Hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah di area tersebut merupakan lahan gambut yang mudah terbakar. Bupati menegaskan bahwa upaya pemadaman api harus dilakukan secara maksimal sebelum kobaran api memasuki kawasan konservasi Danau Masoraian. “Jangan sampai karhutla masuk kawasan Danau Masoraian karena kawasan tersebut merupakan konservasi orang utan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurhidayah meminta seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla untuk memperkuat koordinasi antarlembaga. Penanganan karhutla di lapangan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat. Selain fokus pada efektivitas pemadaman, keselamatan seluruh personel yang bertugas juga menjadi perhatian utama. Nurhidayah menginstruksikan agar pola kerja di lapangan menerapkan sistem sif. Tujuannya adalah agar petugas tidak dipaksakan bekerja selama 24 jam tanpa jeda istirahat yang memadai. “Jangan sampai karena ingin memadamkan api, kesehatan dan keselamatan anggota justru terabaikan,” ujarnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.