— JAKARTA – Mimpi buruk bola mati kembali menghantui Chelsea. Tim berjuluk The Blues ini kembali kebobolan dari skema bola mati saat bertandang ke markas Brentford dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (19/9) dini hari WIB. Kekalahan telak 0-3 menjadi hasil akhir pertandingan tersebut.

Gol pertama Brentford tercipta melalui skema sepak pojok. Jadion Anthony berhasil menuntaskan bola kedua untuk merobek jala gawang Chelsea. Catatan ini menambah daftar panjang masalah Chelsea di awal musim Liga Inggris. Hingga kini, The Blues telah kebobolan 12 kali, lima di antaranya berasal dari situasi bola mati.

Bek Chelsea, Levi Colwill, mengakui bahwa timnya belum menunjukkan performa yang cukup baik dalam bertahan. Ia menilai timnya kerap kalah dalam duel fisik di dalam kotak penalti, sebuah aspek yang perlu segera diperbaiki. “Kami sangat memercayai pelatih set piece kami dan masih dalam tahap adaptasi dengan hal-hal baru. Kami memang perlu berbenah sebagai sebuah tim,” ujarnya dilansir dari BBC.

Colwill menambahkan bahwa seluruh pemain harus berkontribusi lebih. Ia tidak ingin timnya hanya mengandalkan trio penyerang untuk keluar dari situasi sulit. “Kami masih harus banyak berbenah. Kami tidak bisa hanya mengandalkan trio penyerang untuk menyelamatkan kami dari situasi sulit. Pemain lainnya harus turut membantu semaksimal mungkin,” tambahnya.

Menanggapi berbagai persoalan ini, manajer Chelsea, Xabi Alonso, berencana memanfaatkan jeda internasional untuk melakukan perbaikan. Ia dan tim pelatih akan fokus pada berbagai aspek yang perlu ditingkatkan. “Perbaikan mencakup segalanya; tentu saja aspek-aspek individu maupun kolektif harus ditingkatkan, namun bukan hanya dari segi pertahanan tapi saat menguasai bola pun ada hal-hal yang perlu kami perbaiki,” tutupnya.