— Juventus menelan kekalahan dramatis dari Sassuolo dengan skor 2-3 setelah kebobolan di menit-menit akhir pertandingan lanjutan Serie A di Mapei Stadium, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Niat untuk menggempur lawan demi meraih kemenangan justru berujung petaka bagi tim tamu.

Pertandingan yang berlangsung sengit ini diwarnai saling balas gol di penghujung laga. Juventus sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-90+1 melalui gol Edon Zhegrova, yang merupakan gol keduanya di pertandingan tersebut. Namun, asa untuk meraih tiga poin penuh pupus seketika.

Saat Juventus berupaya keras mencetak gol kemenangan, Sassuolo melancarkan serangan balik cepat yang sukses dituntaskan oleh Vasilije Adzic pada menit ke-94. Keputusan banyak pemain Juventus yang ikut maju menyerang meninggalkan celah besar di lini pertahanan.

Ketika gol Adzic tercipta, hanya dua bek Juventus yang tersisa menghadapi tiga pemain Sassuolo di kotak penalti. Adzic berhasil melepaskan tembakan melengkung kaki kanan ke pojok atas gawang tanpa mendapatkan gangguan berarti dari Douglas Luiz.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui bahwa timnya kehilangan keseimbangan saat mencoba menyerang Sassuolo secara agresif. Ia menilai niat untuk memenangkan pertandingan justru menjadi bumerang bagi timnya.

“Ini menyakitkan karena tim bisa saja menang di akhir dan pantas membalikkan keadaan, tapi kami jelas kehilangan keseimbangan dan itu tidak seharusnya terjadi,” ujar Spalletti kepada DAZN Italia. Ia menambahkan, “Dengan delapan pemain yang maju menyerang, itu meninggalkan lubang besar di belakang. Namun kami memiliki kesempatan untuk menang 3-2 lebih awal, jadi para pemain berpikir mereka bisa menang, dan saya yang mendorong mereka untuk maju dan mencoba memenanginya, tapi mungkin mereka menanggapi perkataan saya terlalu harfiah dan semuanya ikut menyerang sekaligus.”

Spalletti menegaskan bahwa ia ingin mengambil sisi positif dari keinginan kuat tim untuk meraih kemenangan. “Kami harus mengambil niat positif dari ingin menang dengan segala cara, dan saya kira mereka menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan untuk tiga poin. Tapi kami pada akhirnya terlalu tidak seimbang, meninggalkan ruang itu jelas kesalahan kami, tapi itu datang dari keinginan untuk menang,” katanya.