Jurnal Indonesia — Wasit Chris Kavanagh menjadi pusat perhatian setelah memimpin pertandingan antara Arsenal dan Chelsea di Emirates Stadium pada Minggu (6/9/2026). Beberapa keputusannya dalam duel lanjutan Liga Inggris tersebut menimbulkan perdebatan.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Arsenal ini diwarnai sejumlah momen panas. Salah satunya adalah insiden di babak kedua yang melibatkan pemain Chelsea, Morgan Rogers, dan pemain Arsenal, Declan Rice.
Dalam rekaman pertandingan, Declan Rice terlihat menjegal Morgan Rogers dari belakang saat pemain Chelsea itu sedang berlari. Rogers kemudian menghampiri Rice dan mendorongnya dengan emosi. Wasit Chris Kavanagh memutuskan untuk memberikan kartu kuning kepada Rogers atas tindakannya tersebut, namun tidak memberikan hukuman kepada Rice yang dianggap memicu insiden.
Keputusan Kavanagh untuk tidak memberikan kartu kuning kepada Declan Rice mendapat kritik dari Gary Neville, mantan pemain Manchester United. Neville berpendapat bahwa Rice seharusnya juga dihukum karena menjegal lawan yang tidak sedang menguasai bola. “Morgan Rogers marah dan dia mendorong Declan Rice. Dia sudah benar. Rice menjegalnya,” ujar Neville kepada Sky Sports. “Saya tak percaya wasit tidak melihat itu. Declan Rice sadar dia tak bisa membalas Morgan Rogers, mereka rekan setim di Timnas Inggris,” tambahnya.
Selain insiden tersebut, Kavanagh juga tidak memberikan hukuman ketika bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, dilaporkan menyepak kepala kiper Chelsea, Emiliano Martinez, pada babak pertama. Insiden ini dianggap tidak disengaja, sehingga bek Arsenal tersebut terhindar dari sanksi.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.