Jurnal Indonesia — Surabaya – Pengendara di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto hingga arah Jombang mengeluhkan konvoi mobil SUV yang diduga menguasai lajur kanan dan berkendara secara ugal-ugalan. Menanggapi keluhan tersebut, Komunitas Pajero One Jatim menyampaikan permohonan maaf.
Keluhan ini disampaikan oleh seorang pengendara bernama Fauzi melalui kanal Lapor Cak kepada detikJatim. Menurut Fauzi, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 08.55 WIB. Ia menyatakan bahwa rombongan komunitas Pajero melaju kencang dan beriringan di lajur kanan dari Tol Driyorejo hingga Jombang.
Ketua Pajero Indonesia One Jatim Korwil 6 Jatim, Andri Setiawan, membenarkan bahwa rombongan yang melakukan perjalanan menuju Jombang tersebut merupakan bagian dari komunitasnya. Ia menjelaskan bahwa acara komunitas memang sedang berlangsung di Jombang, dimulai dari rest area 726 hingga keluar di exit tol Ploso Jombang.
Namun, Andri membantah bahwa konvoi dilakukan dengan kecepatan hingga 140 km/jam. Ia mengklaim memiliki rekaman dashcam yang menunjukkan kecepatan kendaraan berkisar 100 km/jam. Pernyataan senada diungkapkan oleh anggota Pajero One Jatim, Arya Asraf, yang menyebutkan rombongan sengaja tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi karena ada anggota yang sedang hamil.
“Kami memang membenarkan bahwa ada rombongan yang menuju Jombang kemudian kami tidak membenarkan bahwa perjalanan kami menggunakan kecepatan tinggi melainkan dengan kecepatan 100 ke bawah,” ujar Arya. Ia menambahkan, “Dikarenakan ada anggota kami yang sedang hamil.”
Arya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu atas kegiatan konvoi tersebut. Ia memastikan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi komunitasnya. “Untuk selanjutnya kami mohon maaf kepada pengguna jalan yang lain karena perjalanan kami mengganggu dan terima kasih untuk pjr Jatim 3 khususnya sudah melakukan edukasi dan memberikan arahan dan petunjuk untuk perjalanan kita maupun di jalan raya dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pengguna jalan lainnya yang merasa dirugikan,” tuturnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.