— Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda telah memasuki hari kelima pada Jumat (11/9/2026). Tim SAR gabungan kembali mengerahkan seluruh kekuatan, termasuk kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Kerambit-627, untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi keberadaan para korban.

KRI Kerambit-627 diberangkatkan dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, pada Jumat pagi, membawa 39 personel penyelamat dan awak kapal. Penyisiran hari ini difokuskan di kawasan perairan Pulau Sertung dan wilayah sekitarnya yang berdekatan dengan kompleks Gunung Anak Krakatau.

Komandan Tim SAR, Letkol Laut (P) Maladi, menjelaskan bahwa penentuan wilayah penyisiran didasarkan pada perhitungan pola arus laut, pergerakan angin, serta kondisi cuaca terkini di perairan Selat Sunda. “Jumlah personel KRI Kerambit-627 yang berangkat sebanyak 39 orang. Pencarian oleh KRI Kerambit-627 akan menyisir atau diarahkan ke wilayah Sertung,” ujar Maladi, Jumat.

Penyisiran dilakukan secara cermat dengan mengalkulasi kemungkinan kapal maupun korban terbawa arus laut. Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, di antaranya TNI Angkatan Laut, Polairud, Basarnas, serta dukungan dari nelayan setempat. Tim gabungan terus memperluas radius pencarian dan berkoordinasi secara berkala untuk memperbarui sektor penyisiran berdasarkan perkembangan informasi data navigasi.

Seluruh unsur SAR berharap operasi ini segera membuahkan hasil dan menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat. Insiden ini bermula ketika lima jurnalis dari berbagai media massa beserta tiga kru kapal melaut menggunakan kapal cepat Arupadathu I menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan lapangan terkait aktivitas erupsi.

Namun, di tengah perjalanan, rombongan dilaporkan hilang kontak akibat cuaca buruk dan gelombang laut tinggi yang melanda kawasan Selat Sunda. Kondisi perairan di sekitar Pulau Sertung dan Gunung Anak Krakatau yang terkenal dinamis serta memiliki arus kuat menjadi tantangan utama bagi tim SAR sejak operasi pencarian pertama kali dibuka.