— Jakarta – Sejumlah rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang sebelumnya melayani lintas Tanjung Priok kini dialihkan untuk rute Bogor-Jakarta Kota. Sebagai gantinya, lintas Priok kini dioperasikan menggunakan rangkaian Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta).

Perubahan ini membawa kereta kelas eksekutif yang biasanya dikenakan tarif Rp 10-70 ribu ke layanan Commuter Line lintas Priok. Meskipun demikian, KAI Commuter memastikan bahwa layanan, tarif, dan jadwal perjalanan tetap sama seperti saat menggunakan rangkaian KRL sebelumnya.

Fenomena ini ramai dibagikan oleh pengguna KRL lintas Tanjung Priok-Jakarta Kota, yang akrab disebut “Pink Line”. Beberapa penumpang mengungkapkan kegembiraan mereka atas fasilitas interior kereta yang lebih nyaman, sementara sebagian lainnya menyoroti ruang gerbong yang terasa lebih sempit.

Di sisi lain, pengalihan rangkaian kereta ini juga berdampak pada jadwal layanan Commuter Line Basoetta. KAI Commuter melakukan penyesuaian sementara pada jadwal perjalanan kereta bandara tersebut.

“Mulai Kamis, 10 September 2026, jadwal layanan perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dalam keterangannya pada Kamis (10/9/2026).

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna Commuter Line Basoetta untuk menyesuaikan kembali jadwal perjalanan mereka. Bagi pengguna yang telah memiliki tiket pada jadwal yang terdampak penyesuaian, mereka dapat naik pada jadwal sebelum atau sesudah jadwal yang tertera, atau mengajukan pengembalian dana (refund) 100% di loket stasiun terdekat.

Informasi terbaru mengenai jadwal perjalanan dan pemesanan tiket Commuter Line Basoetta dapat diakses melalui aplikasi C-Access atau Access By KAI.

KRL Bogor Tambah Perjalanan

Sebelumnya, perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota telah mendapatkan penambahan 13 perjalanan per hari. Lintas Bogor (Bogor Line) menerima tambahan kereta dari Commuter Line di lintas Tanjung Priok.

“Dengan pengoperasian rangkaian ini, jumlah perjalanan Commuter Line Bogor akan bertambah sebanyak 13 perjalanan,” kata Karina.

KAI Commuter terus melakukan evaluasi terhadap pola operasi perjalanan Commuter Line Bogor sejak penyesuaian jadwal pada Senin (7/9). Hasil evaluasi tersebut kemudian mendorong penambahan 13 perjalanan Commuter Line Bogor.

Penambahan ini diambil sebagai respons atas kepadatan pengguna yang terjadi akibat penyesuaian 17 perjalanan Commuter Line Bogor sebelumnya. “Langkah ini diambil dengan melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line di seluruh lintas layanan untuk mengoptimalkan jumlah jadwal perjalanan,” jelas Karina.

Ia menambahkan, 13 perjalanan tambahan ini akan mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut untuk layanan Commuter Line Bogor. “Jadi mulai Kamis, (10/9) perjalanan Commuter Line Bogor ditambahkan kembali sebanyak 13 perjalanan. Dari total perjalanan Commuter Line Jabodetabek menjadi 1.061 perjalanan. Sebelumnya hanya 1.048 perjalanan pada tanggal 7 – 9 September,” ucap Karina.

Keputusan penambahan perjalanan ini diambil KAI Commuter berdasarkan evaluasi operasional perjalanan Commuter Line, yang terdampak oleh perawatan sarana KRL dan upaya optimalisasi jadwal perjalanan harian.

“Tentunya KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul pada penyesuaian sementara layanan perjalanan Commuter Line pada lintas pelayanan yang terdampak,” tutup Karina.