Jurnal Indonesia — Liverpool – Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menyatakan kepuasannya atas performa gelandang muda Lewis Koumas dalam kemenangan 3-1 atas Tottenham Hotspur pada ronde ketiga Carabao Cup di Anfield, Rabu (16/9/2026). Iraola bahkan tak ragu memberikan kesempatan Koumas tampil sebagai starter dalam laga tersebut.
Liverpool berhasil mengamankan kemenangan berkat gol-gol dari Alexis Mac Allister, Cody Gakpo, dan Dominik Szoboszlai. Tottenham Hotspur hanya mampu membalas satu gol melalui Conor Gallagher.
Dalam pertandingan ini, manajer Liverpool memilih untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda untuk unjuk gigi sejak menit awal. Selain Koumas, ada pula James McConnell, Trey Nyoni, dan Rio Ngumoha yang dipercaya tampil sebagai starter.
Lewis Koumas menjadi pemain yang paling mencuri perhatian dalam laga tersebut. Pemain berusia 20 tahun itu bahkan dinobatkan sebagai player of the match.
Meski tidak mencetak gol maupun assist, Koumas menunjukkan performa yang menjanjikan di lini serang Liverpool. Ia aktif dalam membuka ruang pergerakan serta melakukan pressing terhadap pertahanan lawan.
Menurut data dari WhoScored, Koumas melepaskan tiga tembakan, memenangi satu duel udara, serta mencatatkan satu tekel dan dua sapuan saat timnya kehilangan bola. Ia bermain selama 86 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Alexander Isak.
Iraola mengungkapkan bahwa ia memberikan kesempatan kepada Koumas untuk menjadi starter karena sang pemain telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras selama sesi latihan. Iraola menyadari potensi besar yang dimiliki pemain asal Wales tersebut, mengisyaratkan bahwa Koumas akan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain di masa mendatang. Sejauh ini, Koumas baru mencatatkan 13 menit bermain dalam dua penampilan di Liga Inggris musim ini.
“Saya sudah mengatakannya minggu ini, dan saya punya alasan untuk itu. Dia melakukannya setiap hari dalam latihan. Dia sangat paham apa yang harus dilakukannya dan apa yang dibutuhkan tim,” ujar Iraola dikutip dari situs resmi Liverpool.
“Selain itu, energi yang ia tunjukkan menular ke pemain lain; saat melihat pemain di lini depan mengerahkan segalanya, Anda seolah terdorong untuk ikut bergerak, melakukan pergerakan tanpa bola, dan mengerahkan intensitas yang sama. Saya sangat senang untuknya,” jelasnya lebih lanjut.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.