Jurnal Indonesia — Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyatakan bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh tekanan yang berkembang menyusul dua hasil imbang timnya dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia menegaskan fokus utamanya adalah membawa Bianconeri kembali ke jalur kemenangan.
Juventus baru saja menelan kekalahan 2-3 dari Sassuolo dalam laga pekan keempat Serie A akhir pekan lalu. Performa pertahanan tim menjadi sorotan tajam karena dinilai rapuh dan mudah ditembus lawan. Hasil ini melanjutkan tren kurang memuaskan setelah sebelumnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan AC Milan di pekan ketiga.
Akibatnya, Juventus kini merosot ke peringkat delapan klasemen sementara Serie A dengan raihan tujuh poin. Mereka tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen, AS Roma. Situasi ini memicu pemberitaan media lokal yang mengabarkan bahwa posisi Spalletti di kursi kepelatihan semakin tertekan, bahkan muncul spekulasi mengenai kembalinya Antonio Conte.
Menanggapi hal tersebut, Spalletti memilih untuk tetap tenang dan tidak terbawa arus spekulasi. “Belajar menerima tekanan itu ibarat obat; hal itu membantu Anda menjalani hidup dengan benar,” ujar Spalletti pada Rabu (16/9/2026), dikutip Football Italia. “Saya sudah belajar hal itu sejak lama. Bahkan saat berusia 10 tahun, saya harus membantu bekerja sepulang sekolah ketika keluarga saya sedang mengalami masa sulit, jadi bayangkan saja seberapa besar saya memedulikan soal ‘tekanan’.”
Ia menambahkan, “Saya sangat mencintai profesi saya, dan reaksi negatif setelah kekalahan tak terlalu memengaruhi saya karena itu adalah hal yang tak bisa saya kontrol. Saya yang memutuskan apa saya harus perhatikan dan kapan memilih tidak, dan dalam kasus ini, saya memilih untuk tidak memikirkannya.”
Spalletti juga mengaku tidak terkejut dengan besarnya tekanan yang ada di klub sebesar Juventus, meskipun musim baru saja berjalan. Ia mencatat bahwa sudah ada dua pelatih lain yang dipecat, yakni Fabio Grosso di Fiorentina dan Domenico Tedesco di Bologna, setelah empat pekan kompetisi.
“Itu hal yang wajar. Saya tak terkejut ada dua pelatih yang dipecat setelah empat laga, dan saya juga tak terkejut dengan komentar-komentar yang muncul di sini. Kami memiliki prioritas sendiri, yaitu memenangkan pertandingan dan menunjukkan jati diri kami sebagai Juventus,” tegas Spalletti.
Juventus dijadwalkan akan menjamu tim asal Belanda, NEC Nijmegen, dalam pertandingan perdana fase grup Liga Europa pada Jumat (18/9) pukul 02.00 WIB.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.