— Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan bahwa target Scudetto bukanlah prioritas utama timnya untuk mengarungi musim 2026/2027. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers perdananya menjelang musim baru.

Juventus baru saja menyelesaikan musim 2025/2026 dengan catatan kurang memuaskan, hanya mampu finis di peringkat keenam klasemen. Spalletti sendiri bergabung dengan klub asal Turin tersebut pada Oktober 2025, menggantikan Igor Tudor, dan musim 2026/2027 akan menjadi perjalanannya sejak awal musim bersama Si Nyonya Tua.

Dalam kesempatan tersebut, Spalletti memilih untuk tidak membahas target Scudetto. Ia menilai bahwa Juventus saat ini masih membutuhkan banyak perbaikan untuk bisa bersaing di papan atas liga. “Saya harus berbuat lebih baik daripada di masa lalu, karena contoh yang baik harus memiliki bukti di baliknya, jadi saya mencoba menunjukkan bahwa itu bukan hanya kata-kata,” ujar Spalletti.

Mantan pelatih Inter Milan, AS Roma, dan Napoli ini mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan kerja keras yang tepat, Juventus bisa bersaing untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions. “Saya yakin bahwa jika kita bekerja dengan cara yang benar, kita bisa bersaing untuk lolos ke Liga Champions. Kami ingin bersaing di puncak klasemen, untuk lolos ke Liga Champions, tetapi jika berbicara tentang Scudetto, kami masih cukup jauh dari target itu,” tambahnya.

Mengenai rencana transfer, Juventus dilaporkan memfokuskan pencarian pada posisi kiper dan striker. Spalletti mengakui belum sepenuhnya puas dengan lini penjaga gawang yang ada, sementara Dusan Vlahovic saat ini berstatus bebas transfer.

“Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi saya yakin itu akan selesai. Keinginan kami adalah untuk mengisi kekosongan dalam skuad ini di mana para pemain absen, dan kami semua sepakat tentang arah yang akan diambil,” jelas Spalletti. Ia menambahkan mengenai Vlahovic, “Saya sudah menjalankan tugas dengan Vlahovic, yaitu mengevaluasi kualitas teknisnya, tetapi diskusi ekonomi bukanlah wewenang saya. Saya belum berbicara dengannya sejak musim berakhir, tetapi dia tahu pendapat saya. Para direktur kami selalu membuka pintu.”