Jurnal Indonesia — Buenos Aires – Timnas Argentina menghadapi berbagai tudingan negatif dan kebencian selama perhelatan Piala Dunia 2026. Gelandang Alexis Mac Allister mengirimkan pesan tersirat kepada para pembenci tersebut.
Argentina harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 sebagai tim peringkat kedua. Lionel Messi dan kawan-kawan menelan kekalahan 0-1 dari Spanyol dalam pertandingan final yang digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7).
Pasca kekalahan tersebut, banyak pengguna media sosial yang merayakan kegagalan Argentina. Tim berjuluk ‘La Albiceleste’ ini memang menjadi sasaran empuk kritik, bahkan tuduhan bahwa mereka dibantu oleh wasit selama turnamen.
Kritik tersebut semakin menguat setelah Argentina membalikkan keadaan melawan Mesir di babak 16 besar. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan sempat menyatakan bahwa timnya dirugikan oleh wasit dan FIFA demi kemenangan Argentina.
Pihak Timnas Argentina telah membantah tuduhan bahwa mereka mendapatkan perlakuan istimewa dari FIFA atau diuntungkan oleh keputusan wasit. Pelatih Lionel Scaloni bahkan menyatakan bahwa ada banyak pihak yang berharap timnya kalah.
Alexis Mac Allister turut angkat bicara mengenai maraknya pembenci Argentina. Ia mengungkapkan bahwa segala bentuk ujaran kebencian justru menjadi sumber motivasi tambahan bagi timnya.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Argentina atas setiap pesan cinta dan dukungan. Kalian tidak menyadari betapa pentingnya peran kalian dalam perjalanan ini,” tulis Mac Allister di akun Instagramnya.
“Dan terima kasih juga kepada mereka dari negara lain yang mengirimkan pesan mengejek atau ikut berbahagia atas penderitaan kami. Tanpa disadari, kalian justru membuat kami semakin bangga menjadi orang Argentina setiap hari,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia
