Jurnal Indonesia — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah siap memberikan tambahan anggaran kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) apabila diperlukan untuk menangani bencana. Ia meminta masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan dana untuk kebutuhan penanganan bencana.
“Jadi kalau untuk bencana, treatment-nya beda. Itu bukan untuk foya-foya. Untuk mengurangi penderitaan yang dialami oleh masyarakat kita. Kita akan usahakan semaksimal mungkin. Jadi gak usah khawatir untuk anggaran bencana,” ucap Purbaya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (7/9/2026).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, anggaran BNPB mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, anggaran BNPB tercatat sebesar Rp 4,9 triliun, kemudian turun menjadi Rp 2 triliun pada 2025. Anggaran tersebut kembali turun menjadi Rp 491 miliar pada 2026.
Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah akan menambah anggaran apabila BNPB mengajukan kebutuhan dana tambahan. Hal tersebut menjadi perhatian mengingat sejumlah bencana sedang terjadi di Indonesia, mulai dari gempa di Nusa Tenggara Timur hingga erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Yang biasa yang normal-normal saja, dia punya hampir Rp 1 triliun yang ready. Terus ditambah lagi nanti dengan kalau ada permintaan, ya kita tambah,” tutur Purbaya. Kendati demikian, hingga saat ini BNPB belum mengajukan permintaan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan.
Purbaya mengatakan, pemerintah memberikan perlakuan berbeda terhadap anggaran penanganan bencana. Dana untuk kebutuhan tersebut akan disalurkan secara cepat karena berkaitan dengan kondisi darurat. Ia juga menegaskan tidak ada batasan terhadap permintaan tambahan anggaran untuk penanganan bencana selama dana yang diajukan dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan sesuai peruntukan.
“Jadi pasti kalau untuk bencana, treatment-nya beda. Mudah-mudahan gak ada bencana lagi ya. Kita siapkan uang cukup,” kata Purbaya.
Di kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto menilai penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia saat ini telah berjalan baik. Ia menyebut respons pemerintah terhadap bencana kini lebih cepat dan masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat terbatas secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
“Sekarang pun dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu respons kita sangat cepat,” kata Prabowo. Prabowo mencontohkan penanganan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025. Menurut dia, pemerintah merespons bencana tersebut dengan cukup cepat dan masif.
Selain penanganan bencana hidrometeorologi, Prabowo menilai respons pemerintah terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga telah dilakukan secara masif. Meski demikian, dia mengakui masih terdapat sejumlah keterlambatan di lapangan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah antisipasi ke depan. Kepala Negara juga menyebut respons pemerintah terhadap gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dilakukan dengan baik.
Atas upaya tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, hingga jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Saya ucapkan terima kasih semua unsur yang bekerja keras,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen memperkuat mitigasi dan penanganan bencana alam, mengingat kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana. Untuk itu, pemerintah siap menambah alokasi anggaran secara signifikan guna memperkuat mitigasi bencana.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.