— Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya kontak lima jurnalis bersama tiga awak kapal yang sedang bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Ia mendoakan agar seluruh rombongan segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga.

Erick mengapresiasi upaya pencarian yang terus dilakukan oleh Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan. Ia juga menekankan pentingnya peran jurnalis dalam memberikan informasi kepada masyarakat, bahkan di tengah situasi berisiko tinggi. “Kita memahami bahwa para jurnalis menjalankan tugas yang sangat penting. Mereka hadir di lapangan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, termasuk ketika harus bekerja di tengah situasi yang memiliki risiko dan tantangan tinggi. Karena itu, keselamatan insan pers dalam menjalankan tugas juga merupakan hal yang harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Erick dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Dukungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai unsur lainnya menunjukkan bahwa upaya pencarian dilakukan secara bersama-sama dan maksimal. Erick berharap proses pencarian terus mengutamakan keselamatan korban dan personel SAR, mengingat operasi dilakukan di wilayah perairan dengan kondisi alam dan aktivitas vulkanik yang masih perlu diwaspadai.

Lebih lanjut, Erick mengajak masyarakat, khususnya rekan-rekan media, untuk memberikan dukungan kepada keluarga para jurnalis dan awak kapal yang menunggu kabar. Ia meminta agar informasi yang beredar tetap akurat, bersumber dari otoritas resmi, dan tidak diwarnai spekulasi yang dapat menambah kecemasan keluarga. “Kepada keluarga, rekan-rekan pers, dan seluruh pihak yang saat ini menanti dengan penuh kecemasan, kami menyampaikan empati dan doa,” ujar Erick.

Erick berharap kelima jurnalis, yang diidentifikasi bernama M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, Donal Husni, beserta tiga awak kapal yang bersama mereka, segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia menegaskan bahwa keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di lapangan, termasuk tugas jurnalistik, dan mengajak semua pihak untuk memberikan ruang bagi tim SAR menjalankan tugasnya secara optimal tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.