— Mitsubishi Motors menunjuk teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebagai strategi utama elektrifikasi kendaraan di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Langkah ini diambil sebagai solusi paling sesuai dengan karakter pasar regional sebelum transisi penuh ke era Battery Electric Vehicle (BEV).

Peluncuran New Mitsubishi Xforce varian HEV menandai kehadiran pemain otomotif asal Jepang ini di segmen hybrid. Model ini ditawarkan dalam tiga varian dengan harga on the road (OTR) Jabodetabek. Varian New Xforce HEV dibanderol Rp 445 juta, sementara varian New Xforce Ultimate (ICE) seharga Rp 399 juta, dan New Xforce Exceed (ICE) Rp 388 juta. Selisih harga antara varian Ultimate dan HEV terpaut sekitar Rp 46 juta.

President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita, menyatakan bahwa pengembangan Xforce Hybrid sejalan dengan strategi jangka menengah Mitsubishi Motors Corporation (MMC) yang memprioritaskan penguatan produk di ASEAN dan segmen sport utility vehicle (SUV).

Kurita menjelaskan bahwa dalam strategi global Mitsubishi saat ini, kombinasi teknologi hybrid dan mesin internal combustion engine (ICE) dianggap sebagai solusi paling relevan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di banyak negara ASEAN. “Untuk ASEAN market, tidak hanya Indonesia, tetapi juga Thailand, Vietnam, dan Filipina, kami memilih hybrid. Saat ini HEV menjadi solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan konsumen,” ujar Kurita dalam sesi Konferensi Pers Peluncuran New Mitsubishi XForce di Jakarta pada Kamis (16/7/2026).

Meskipun demikian, Mitsubishi tetap memiliki strategi kendaraan listrik berbasis baterai melalui kerja sama aliansi global dengan Renault-Nissan untuk pasar tertentu seperti Eropa. Namun, pendekatan BEV belum menjadi fokus utama di kawasan ASEAN, dengan penekanan pada hybrid dan ICE. “Untuk ASEAN, fokus kami adalah hybrid dan ICE,” papar Kurita.

Hadapi Gempuran Jenama China

Kehadiran Xforce Hybrid merupakan bagian dari upaya Mitsubishi untuk memperkuat posisinya di tengah meningkatnya persaingan kendaraan elektrifikasi, terutama dari merek-merek asal China yang agresif memperkenalkan mobil listrik maupun hybrid di Indonesia.

Mitsubishi memilih segmen SUV sebagai titik masuk elektrifikasi karena melihat pertumbuhan permintaan yang kuat. Keputusan menghadirkan Xforce Hybrid didasari oleh evaluasi selama dua tahun sejak model tersebut pertama kali diperkenalkan pada 2023. Mitsubishi secara cermat mengkaji masukan konsumen, baik pengguna Xforce maupun calon konsumen yang beralih ke kendaraan kompetitor.

“Kami mendengarkan suara konsumen, apa yang masih kurang dan apa yang perlu ditingkatkan. Dari sana kami melakukan improvement besar pada Xforce,” jelas Kurita. Penyempurnaan tersebut meliputi penambahan panoramic roof, peningkatan kenyamanan kabin, tingkat kesenyapan, dan penyempurnaan pengalaman berkendara. Keputusan memilih Xforce dibandingkan Xpander Hybrid juga dipengaruhi oleh perkembangan pasar SUV hybrid, di mana kompetitor telah lebih dulu menghadirkan teknologi serupa.

Bidik 1.000 Unit per Bulan

Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran MMKSI, Irwan Kuncoro, menargetkan kehadiran Mitsubishi Xforce Hybrid dapat meningkatkan volume penjualan model SUV tersebut hingga dua kali lipat. Perusahaan membidik penjualan sekitar 1.000 unit per bulan setelah peluncuran varian elektrifikasi ini.

Saat ini, penjualan Mitsubishi Xforce masih berada di bawah 500 unit per bulan. Dengan adanya varian hybrid, Mitsubishi berharap dapat memperluas pasar dan menarik konsumen yang mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi. “Sekarang penjualan Xforce di bawah 500 unit. Dengan hadirnya Xforce hybrid ini diharapkan bisa menambah menjadi 1.000 unit,” ujar Irwan.

Target ini terutama akan dikejar pada periode peluncuran, termasuk memanfaatkan momentum pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Mitsubishi menargetkan dapat mengumpulkan surat pemesanan kendaraan (SPK) sekitar 1.000 unit selama periode tersebut. “Menjelang periode launching dan nanti ada GIIAS, kita targetkan paling tidak bisa akumulasi SPK 1.000 unit,” kata Irwan.

Irwan menilai bahwa meningkatnya jumlah pemain yang menghadirkan kendaraan hybrid, termasuk dari China, bukan menjadi tekanan bagi Mitsubishi. Ia berpendapat semakin banyak pilihan teknologi elektrifikasi justru menguntungkan konsumen karena memberikan opsi yang lebih luas sesuai kebutuhan. “Mungkin bisa jadi statement kedua, dengan adanya hybrid, BEV, dan ICE (mesin konvensional), itu semua memudahkan konsumen memilih sesuai preferensi atau kebutuhan mereka,” jelas Irwan.

Menurutnya, konsumen yang masih mengutamakan kepraktisan dan belum siap dengan teknologi baru dapat memilih kendaraan bermesin konvensional (ICE). Sementara konsumen yang masih ragu terhadap infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik dapat mencoba teknologi hybrid. “Yang masih khawatir dengan infrastruktur seperti charging station dan lain-lain bisa mencoba hybrid,” ujar Irwan.

Mengusung Konsep “Elevated Urban SUV”

Mitsubishi Motors menghadirkan New Xforce sebagai “Elevated Urban SUV”, sebuah SUV perkotaan yang mengedepankan pengalaman berkendara modern, nyaman, aman, dan efisien. Model terbaru ini tidak hanya mendapat penyegaran teknologi, tetapi juga peningkatan pada kenyamanan berkendara, fitur keselamatan, hingga layanan purna jual.

New Xforce membawa tiga karakter utama: Modern, Comfort, dan Confidence. Ketiganya diwujudkan melalui penyempurnaan desain, peningkatan kualitas berkendara, serta penambahan teknologi baru. Dari sisi teknologi, New Xforce HEV hadir dengan fitur premium seperti Frameless Panoramic Roof yang memberikan kesan kabin lebih luas dan meningkatkan pencahayaan alami. Mitsubishi juga menyematkan e-Shifter, tuas transmisi elektronik yang membuat tampilan interior lebih modern dan pengoperasian lebih praktis.

Sebagai kendaraan hybrid, New Xforce HEV dilengkapi fitur Charge Mode yang memungkinkan mesin bensin mengisi daya baterai saat diperlukan. Tersedia pula EV Priority Mode yang mengutamakan penggunaan motor listrik selama kapasitas baterai mencukupi, memungkinkan kendaraan melaju lebih senyap dengan konsumsi bahan bakar efisien, terutama di lalu lintas perkotaan.

Mitsubishi juga melakukan penyempurnaan pada sektor kenyamanan. Suspensi New Xforce diklaim telah disetel ulang untuk meredam guncangan jalan lebih baik. Dukungan sistem hybrid memungkinkan kendaraan melaju dengan motor listrik pada kondisi tertentu, mengurangi suara dan getaran mesin.

Ruang kabin tetap menjadi salah satu keunggulan Xforce dengan desain interior lapang, serta ruang kaki dan kepala yang nyaman. Dari sisi keselamatan, New Xforce dibekali Diamond Sense, paket teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) Mitsubishi, dipadukan dengan 360° Multi Around Monitor (MAM) untuk membantu pengemudi memantau area sekitar kendaraan saat parkir atau bermanuver.

SUV ini juga menawarkan 7 Drive Mode yang dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi jalan, serta fitur Smooth Acceleration yang memanfaatkan respons instan motor listrik untuk akselerasi lebih halus dan responsif dibanding kendaraan bermesin bensin konvensional.