Jurnal Indonesia — Pemain sepak bola asal Mesir yang kini memperkuat klub Turki, Trabzonspor, Mohamed Salah, menghadapi panggilan hukum di negara asalnya. Pengadilan New Cairo telah mengeluarkan putusan yang mengharuskan Salah hadir secara pribadi pada 6 September 2026. Kehadiran ini terkait dengan gugatan honorarium pengacara yang diajukan kepadanya.
Perkara nomor 7826 tahun 2025 perdata ini diajukan oleh pengacara Amr Farag Allah Morsy Abdel Tawab. Pengacara tersebut menuntut agar Mohamed Salah diwajibkan membayar hak finansial yang diklaim sebagai honorarium atas jasa hukum, administratif, konsultasi, dan penanganan berkas perkara yang telah dilakukannya untuk kepentingan sang pemain selama beberapa tahun terakhir.
Tuntutan Sumpah Decisoir
Pengadilan menuntut Mohamed Salah untuk mengucapkan “sumpah decisoir”. Sumpah ini berkaitan dengan penyangkalan atas pekerjaan hukum dan administratif yang diklaim pengacara, serta penyangkalan adanya sejumlah uang atau honorarium yang menjadi hak pengacara atas pekerjaan tersebut. Pengadilan menjelaskan bahwa ketidakhadiran Salah untuk mengucapkan sumpah, atau penolakannya tanpa alasan hukum yang sah, dapat dianggap sebagai penolakan sumpah. Hal ini akan membawa konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengadilan juga memutuskan menunda penetapan biaya dan honorarium pengacara hingga sengketa ini mencapai penyelesaian final. Gugatan ini sendiri bermula pada September 2025, ketika pengacara tersebut mendasarkan tuntutannya pada surat kuasa resmi umum yang dikeluarkan tahun 2012. Surat kuasa tersebut, menurut pengacara, memberinya wewenang untuk menangani berbagai prosedur hukum terkait Salah hingga Agustus 2025, sebelum ia diberitahu mengenai pemberhentiannya.
Selain honorarium, pengacara tersebut juga menuntut ganti rugi atas kerugian materiel dan imateriel yang dialaminya akibat tidak diterimanya hak-hak tersebut, serta biaya-biaya yang telah dikeluarkan selama menangani perkara yang menjadi objek sengketa.
Apa Itu Sumpah Decisoir?
Sumpah decisoir merupakan salah satu alat pembuktian dalam hukum. Dalam sebuah gugatan, salah satu pihak dapat mengajukan sumpah kepada pihak lain untuk memutuskan suatu fakta yang dipersengketakan. Pihak yang kepadanya sumpah diajukan diminta untuk bersumpah bahwa pernyataannya benar, baik dalam menyangkal maupun membuktikan fakta tersebut. Jika pihak tersebut mengucapkan sumpah, maka putusan hukum akan mengikutinya. Namun, jika ia menolak atau tidak hadir tanpa alasan yang sah, maka ia dapat dianggap menolak sumpah, yang dapat memengaruhi hasil akhir sengketa secara signifikan.
Jadwal Padat di Tengah Sidang
Sidang yang dijadwalkan pada 6 September 2026 ini bertepatan dengan momen penting bagi Mohamed Salah. Pemain tersebut tengah bersiap untuk memulai perjalanan resminya bersama Trabzonspor di Liga Turki. Salah dijadwalkan menjalani pertandingan pertamanya di kompetisi tersebut pada 15 Agustus, sementara Trabzonspor juga memiliki pertandingan melawan Gençlerbirliği pada hari yang sama dengan jadwal sidang pengadilan.
Situasi ini menempatkan Mohamed Salah dalam posisi yang cukup menantang, di mana ia harus menyikapi putusan pengadilan terkait kewajiban kehadiran pribadi di tengah dimulainya babak baru dalam karier profesionalnya bersama Trabzonspor.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.