— JAKARTA – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan sebuah pelampung (life jacket) berwarna oranye pada Jumat (11/9/2026) dalam operasi hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penemuan ini dilakukan oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer yang lepas dari Dermaga Pelindo Ciwandan, Banten, pada pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 14.45 WIB, KAL Anyer berhasil menemukan objek tersebut dan kemudian sandar kembali di Dermaga Ciwandan. Pelampung tersebut telah diserahterimakan kepada tim Kantor SAR yang berada di Posko Anjungan Dermaga Ciwandan.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi penemuan tersebut. Sementara itu, Danlanal Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menjelaskan bahwa lokasi penemuan berada di sebelah timur Gunung Anak Krakatau, dengan jarak kurang lebih 16,2 Nautical Mile (NM). Posisi ini berbeda dari lokasi penemuan pelampung pertama yang ditemukan sebelumnya.

Wawan menegaskan bahwa spesifikasi lain terkait penemuan pelampung ini masih dalam proses identifikasi. Pihaknya belum dapat mengaitkan temuan tersebut secara langsung dengan jurnalis dan awak kapal yang hilang. Setelah kapal bersandar, barang temuan segera diserahkan kepada tim Basarnas di Posko Anjungan Beban Ciwandan untuk ditindaklanjuti proses identifikasi oleh tim Polairud dan Polri.

Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal berawal pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik.

Lima jurnalis yang terdata dalam kapal cepat tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (pewarta foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (pewarta foto iNews.id), Firdaus Wajidi (jurnalis Kantor Berita Anadolu), dan Donal Husni (pewarta foto lepas). Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat pula tiga orang lainnya di dalam kapal, yaitu nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu.