— Polda Lampung telah memperluas area pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat bertolak untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda. Perluasan ini mencakup sejumlah perairan yang berada di dalam wilayah hukum Polda Lampung.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa perluasan area pencarian dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan para korban terbawa arus hingga ke perairan Lampung. “Kami mengantisipasi kalau ada kemungkinan korban terbawa ke arah perairan Lampung. Mudah-mudahan dari upaya ini ada titik terang dan informasi mengenai keberadaan rekan-rekan kita tersebut,” ujarnya.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus membantu pencarian bersama tim SAR gabungan demi segera ditemukannya titik terang keberadaan para korban. “Kita tidak tahu, siapa tahu ada informasi atau kabar bahwa mereka ditemukan di laut. Mudah-mudahan teman-teman kita di sana diberikan umur panjang dan segera ditemukan,” tambah Yuni.

Sebelumnya, personel Polairud bersama Basarnas, personel DKO Mabes, dan Brimob Polda Lampung telah dikerahkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan Lampung, termasuk area sekitar Pulau Sebesi. Tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian setelah menerima laporan insiden tersebut.

Pada hari sebelumnya (9/9), dua tim telah diturunkan. Tim pertama terdiri dari personel Polairud, DKO Mabes, dan Basarnas. Tim kedua beranggotakan enam personel Polairud dan lima anggota Brimob yang menyisir perairan Lampung, namun belum membuahkan hasil.

Pihak kepolisian berencana kembali melakukan penyisiran menggunakan kapal. Patroli melalui udara menggunakan helikopter juga disiapkan apabila kondisi cuaca memungkinkan. “Insya Allah, kalau helikopter bisa terbang dan kondisi awan serta cuaca memungkinkan, kami akan melakukan patroli melalui udara,” kata Yuni.

Rombongan tersebut diketahui bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir pada pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB, dan sejak saat itu keberadaan mereka belum diketahui.

Tim SAR melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui. Lima jurnalis yang telah teridentifikasi adalah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, seorang jurnalis freelance.