Jurnal Indonesia — Usai memutuskan rehat dari gemerlap dunia sepak bola, pelatih ternama Pep Guardiola mengaku belum merasakan kerinduan untuk kembali memegang kemudi tim. Keputusan ini diambilnya setelah mendedikasikan hampir dua dekade kariernya di dunia kepelatihan.
Sejak memulai karier manajerialnya di Barcelona B pada tahun 2007, Guardiola nyaris tanpa jeda. Ia kemudian menukangi tim utama Barcelona hingga 2012, dilanjutkan dengan periode istirahat setahun sebelum menerima pinangan Bayern Munich pada 2013. Tiga tahun di Jerman, ia hijrah ke Manchester City pada 2016, menjalaninya hingga 10 tahun.
Total, 18 dari 19 tahun terakhir hidupnya dihabiskan di pinggir lapangan sebagai pelatih klub. Kondisi ini mendorong Guardiola untuk mengambil jeda dan mencari keseimbangan hidup di luar sepak bola.
“Secara mental saya tak merasa melewatkan apapun. Saya mulai melatih saat berusia 37 tahun dan segala hal dalam hidup saya terhubung dengan sepak bola. Sekarang saya ingin menemukan hidup dan bahagia melakukan hal-hal yang tak terkait dengan sepak bola,” ujar Guardiola, seperti dikutip dari Football Italia.
Ia menambahkan, “Saya menyukai pekerjaan saya, namun ada masa ketika Anda merasa perlu istirahat. Mungkin suatu hari saya akan bangun dan berkata, ‘Oke, saya ingin melatih lagi. Saya perlu merasa rindu, dan sekarang saya tidak merasa demikian.'”
Guardiola menjelaskan bahwa keputusan ini juga didorong oleh keinginannya untuk merawat diri dan menghabiskan waktu lebih berkualitas bersama keluarga. “Saya memutuskan berhenti karena saya ingin merawat diri saya lebih baik. Saya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak saya dan ayah saya, yang masih hidup dan berusia 95 tahun sekarang.” Ia juga merefleksikan perubahan perspektif hidupnya di usia 56 tahun.
Spekulasi yang mengaitkannya dengan posisi pelatih Timnas Italia yang baru saja kosong tampaknya akan pupus. Pernyataan Guardiola ini mengindikasikan bahwa ia masih membutuhkan waktu untuk menemukan kembali gairah melatihnya sebelum kembali ke dunia sepak bola.
Ikuti Jurnal Indonesia
