— JAKARTA – Peluang Pep Guardiola untuk menjadi pelatih baru Timnas Italia tampaknya semakin menipis. Selain dikabarkan ingin mengambil jeda setelah satu dekade membesut Manchester City, pelatih asal Spanyol itu juga mengajukan permintaan gaji yang sulit dipenuhi oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Menurut laporan dari La Gazzetta dello Sport, Guardiola meminta bayaran sebesar 20 juta euro atau setara dengan Rp 409 miliar per tahun jika ia bersedia menukangi Gli Azzurri. Angka tersebut berbanding terbalik dengan tawaran FIGC yang diperkirakan hanya mampu menyediakan gaji sekitar 10 juta euro atau Rp 204,5 miliar per musim.

Perbedaan gaji yang mencapai dua kali lipat ini membuat peluang Guardiola untuk menerima pinangan Italia dinilai sangat kecil.

Media-media Italia melaporkan bahwa Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, bersama penasihatnya, Leonardo, telah melakukan pertemuan dengan Guardiola di Barcelona pada akhir pekan lalu. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempresentasikan proyek jangka panjang Timnas Italia sekaligus membujuk Guardiola agar bersedia memimpin skuad Gli Azzurri.

Namun, hingga kini Guardiola belum memberikan keputusan final. Seluruh proses negosiasi masih sangat bergantung pada keputusan pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Selain kendala finansial, media Italia juga mengindikasikan bahwa Guardiola memang telah menyatakan keinginannya untuk beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan setelah menjalani 10 musim penuh bersama Manchester City.

Pada hari Kamis (23/7/2026), Lega Serie A mengadakan rapat yang dihadiri oleh klub-klub peserta liga. Dalam agenda tersebut, Presiden FIGC Giovanni Malagò, Paolo Maldini, dan Leonardo dijadwalkan memaparkan proyek baru Timnas Italia. Kendati demikian, pengumuman mengenai pelatih anyar Gli Azzurri diperkirakan belum akan dilakukan dalam kesempatan itu.

Apabila Guardiola akhirnya menolak tawaran tersebut, FIGC dikabarkan telah menyiapkan beberapa nama alternatif. Roberto Mancini, mantan pelatih Timnas Italia, dan Andrea Pirlo, eks gelandang AC Milan, disebut-sebut masuk dalam daftar kandidat pengganti.