Jurnal Indonesia — SEMARANG – Seorang warga bernama Salsabila (31) di Semarang, Jawa Tengah, kehilangan perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah yang disimpan di dalam mobilnya. Peristiwa ini terjadi setelah ia menggunakan jasa valet di sebuah restoran ternama.
Salsabila kemudian melaporkan dua orang petugas valet yang diduga terlibat ke pihak kepolisian. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa saksi-saksi telah diperiksa.
“Iya benar ada laporannya, saksi-saksi sudah diriksa. Selanjutnya sedang dilakukan lidik pelakunya,” ujar AKBP Andika Dharma Sena.
Kejadian yang merugikan Salsabila ini sempat viral di media sosial. Menurut keterangannya, insiden tersebut berlangsung pada 12 Juli 2026 di sebuah restoran di Jalan Ahmad Yani, Kota Semarang. Mobil Salsabila terpaksa menggunakan jasa valet karena area parkir yang penuh.
Sebelumnya, Salsabila bersama suami dan anaknya mengunjungi sebuah toko perhiasan tak jauh dari lokasi untuk menukar dan membeli beberapa perhiasan emas. Ia membawa satu kotak berisi perhiasan beserta surat-suratnya.
“Waktu kejadian itu kan tanggal 12 Juli itu memang saya habis dari toko emas. Saya kan beli dan tukar. Jadi karena beli dan tukar, saya tuh bawa satu kotak perhiasan saya itu beserta surat-suratnya,” jelas Salsabila.
Ia menambahkan bahwa setelah dari toko emas, ia sempat singgah ke rumah mertuanya. Di sana, ia kembali mengecek kelengkapan perhiasannya dan sempat mengganti salah satu gelang yang dikenakannya sebelum memasukkan kembali kotak tersebut ke dalam laci depan mobil.
Saat hendak pulang dari restoran, Salsabila sempat mengecek kembali mobilnya namun tidak sempat memastikan isi kotak perhiasan tersebut. Sesampainya di rumah, ia baru menyadari bahwa kotak perhiasan itu sudah dalam keadaan kosong. Ia dan suaminya segera memeriksa mobil dan menemukan sebelah anting di jok mobilnya.
“Waktu sampai rumah saya buka kotak perhiasan itu udah kosong. Terus kita cepat-cepat ke mobil. Saya menemukan sebelah anting, Mas, di kursi saya,” tuturnya.
Salsabila juga sempat menemui manajer restoran. Pihak manajemen restoran menawarkan untuk menggeledah dua petugas valet yang menangani mobilnya. Saat penggeledahan, ditemukan uang tunai sekitar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta di dompet salah satu petugas valet yang baru saja membeli rokok. Namun, petugas valet tersebut membantah uang itu terkait dengan hilangnya perhiasan.
Keesokan harinya, 13 Juli 2026, Salsabila bertemu dengan manajemen valet. Ia mengklaim bahwa pihak manajemen valet menyatakan tuduhannya tidak memiliki dasar bukti yang kuat. Akhirnya, Salsabila membuat laporan resmi ke Polrestabes Semarang terhadap dua pegawai valet yang diduga memegang mobilnya pada hari yang sama. Pihak manajemen valet dan restoran dikabarkan mendukung langkah Salsabila untuk menempuh jalur hukum.
“Terus kita laporan (ke polisi) lah. Laporan, bikin BAP, dan lain-lain. Iya, yang jadi terduga pelaku tuh dua orang. Karena dua orang ini yang megang mobil saya,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.