— Tim SAR gabungan memperluas area pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Sebanyak 11 kapal dikerahkan untuk upaya pencarian tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih hilang, tim SAR gabungan pada operasi SAR H+4 membagi wilayah pencarian menjadi empat sektor utama, ditambah satu sektor khusus. Total luas area pencarian mencapai sekitar 3.243,7 mil persegi.

Sektor khusus pencarian melibatkan kapal RIB 02 Banten dan KN SAR Tetuka 247, dengan area fokus di wilayah yang menjadi perhatian utama.

Pencarian di sektor A melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang di wilayah perairan sebelah barat Selat Sunda, mencakup area seluas 1.026 mil persegi. Sementara itu, sektor B menggunakan KRI Leuser dan KAL Anyer di wilayah perairan barat Selat Sunda dengan luas area 1.020 mil persegi.

Untuk sektor C, KN SAR Basudewa dan RIB Lampung ditugaskan menyisir perairan sekitar bagian barat hingga barat daya Selat Sunda, dengan luas area 585 mil persegi. Terakhir, sektor D melibatkan KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang untuk area pencarian di bagian barat daya Selat Sunda, yang juga memiliki luas 585 mil persegi.

Al Amrad menambahkan bahwa pembagian sektor ini bertujuan untuk memastikan penyisiran berlangsung secara sistematis, terkoordinasi, dan mencakup area yang lebih luas berdasarkan hasil evaluasi pencarian sebelumnya.

Tim SAR juga berencana menyisir pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sertung. Pulau Sertung belum disisir karena masuk dalam area rawan dengan radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. “Itu akan melakukan penyisiran di pesisir kalau secara keseluruhan di Krakatau, Pulau Panjang serta di Pulau Sertung,” ujar Amrad.

Berdasarkan laporan BMKG, cuaca di perairan Selat Sunda saat ini cerah berawan. Kondisi ini diharapkan dapat mempermudah tim SAR dalam upaya pencarian. “Berdasarkan data BMKG yang kami dapat cuaca cerah berawan, mudah-mudahan sampai sore cerah berawan, karena itu sangat mengganggu visibility apabila ada perubahan,” imbuhnya.

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Kelima pewarta foto tersebut hilang kontak sejak Senin (7/9) saat sedang melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda.