Jurnal Indonesia — Persahabatan antara Jude Bellingham dan Erling Haaland kembali menjadi bahan pembicaraan publik menjelang pertemuan Inggris melawan Norwegia pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026. Kedua pemain, yang sama-sama pernah membela Borussia Dortmund, terlihat akrab dalam sejumlah video yang viral di media sosial.
Keakraban mereka muncul di berbagai momen selebrasi dan interaksi di lapangan, memberikan warna berbeda di tengah narasi keras dan fanatisme dalam jagat sepak bola daring.
Kehangatan Persahabatan
Salah satu cuplikan yang beredar luas berasal dari September 2021, usai kemenangan Dortmund atas Besiktas. Pada momen itu Haaland memuji Bellingham, lalu Bellingham membalas dengan ciuman main-main di pipi Haaland.
Ada pula adegan lain ketika Haaland berlari melindungi Bellingham setelah pemain lawan mendorongnya, tindakan yang turut mendapat perhatian publik.
“Jika Anda melihat kembali ke era 90-an atau 2000-an, banyak merek memutuskan kontrak dengan pesepak bola karena perilaku mereka yang sangat buruk,” ujar pakar hubungan masyarakat Mark Borkowski. “Namun jika melihat generasi pesepak bola saat ini, mereka sosok berbeda dan saya rasa ini sangat berkaitan dengan kehadiran media sosial.”
Pakar media sosial Mark Navarra menilai klip-klip tersebut memperlihatkan sisi kemanusiaan dua atlet yang kerap dipandang hanya sebagai aset atau mesin gol. Menurut Navarra, persahabatan mereka menjadi penawar bagi konsumsi media sosial sepak bola yang kerap didominasi amarah dan rivalitas.
Navarra menggambarkan Bellingham sebagai sosok rapi, pandai bicara, dan ekspresif, sementara Haaland cenderung eksentrik dan mudah dijadikan bahan meme. Perpaduan karakter inilah yang membuat dinamika mereka menarik bagi penonton.
Kehidupan Di Luar Lapangan
Kedua pemain juga menarik perhatian karena gaya hidup relatif tenang di luar lapangan. Haaland tercatat berpacaran dengan teman masa kecilnya, Isabel Haugseng Johansen, dan kerap menonjolkan rutinitas sederhana.
Haaland pernah bercerita tentang malam yang ia habiskan dengan memasak, bermain video game, dan sesekali pulang ke kampung halamannya di Bryne untuk memesan kebab. Aktivitas santai semacam ini kontras dengan citra pesepak bola superstar.
Sementara itu Bellingham diberitakan dekat dengan model asal Amerika, Ashlyn Castro, meski ia jarang membahas hubungan pribadi di publik. Kedekatannya dengan keluarga disebut berpengaruh besar pada pembentukan karakter dan sikap kepemimpinannya di lapangan.
“Melihat ke belakang, saya pikir jika saya memiliki ayah yang tidak bermain sepak bola, saya mungkin takkan pernah benar-benar terjun ke olahraga ini,” ujar Bellingham. “Ibu mengajarkan lebih banyak tentang kehidupan di luar bola… tentang bagaimana tetap tenang, tak terpancing emosi, jadi contoh baik bagi rekan setim, serta berusaha memimpin.”
Persahabatan antara Haaland dan Bellingham, yang bermula di Dortmund dan kini berlanjut di panggung internasional, tetap menjadi salah satu cerita hangat di luar rivalitas di lapangan menjelang duel timnas mereka.
Ikuti Jurnal Indonesia
