Jurnal Indonesia — Jakarta — Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat memberikan pendampingan psikologis dan pemeriksaan kesehatan kepada tiga karyawan yang menjadi korban penyekapan di Jakarta Pusat.
Pendampingan dilaksanakan untuk membantu pemulihan kondisi fisik dan mental para korban serta memastikan mereka dapat mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
Pendampingan psikologis dilakukan pada Kamis (2/7) di Kantor LBH, Jalan Kwini, Senen, Jakarta Pusat. Tim yang hadir antara lain tim psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, tim Dokkes Polda Metro Jaya, dan perwakilan Polres Metro Jakarta Pusat. Para korban juga didampingi penasihat hukum.
AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra, Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, menyatakan tujuan kegiatan tersebut adalah memastikan kondisi korban baik secara fisik maupun psikologis agar mereka dapat melanjutkan proses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tujuannya adalah untuk memastikan adik-adik kita ini berada dalam keadaan yang sehat, baik secara fisik maupun secara psikologis, agar mereka dapat melanjutkan proses ini seperti ketentuan yang berlaku,”
Tim melakukan asesmen awal terhadap para korban. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar tindak lanjut dalam proses pendampingan berikutnya sesuai kebutuhan.
Ida Bagus menambahkan tim akan berkoordinasi dengan penyidik dan penasihat hukum untuk memenuhi kebutuhan korban selama proses hukum berlangsung.
“Nanti tentu kami akan berkoordinasi dengan teman-teman penyidik, apa yang dibutuhkan kembali. Semuanya berproses untuk membantu proses penyidikan maupun proses-proses lainnya agar perkara ini menjadi lebih terang,”
Menurutnya, para korban masih dapat melanjutkan program pendampingan, sementara kondisi psikologis mereka akan terus dievaluasi untuk menentukan langkah lanjutan.
“Yang jelas kami saat ini telah melakukan asesmen awal, dan asesmen ini akan kami tindak lanjuti dalam konteks memberikan pendampingan,” ujarnya.
Ida Bagus menegaskan bahwa pendampingan dan layanan kesehatan akan tetap disediakan jika para korban membutuhkan dukungan lanjutan.
“Yang utama adalah para korban kembali sehat, baik jasmani maupun rohani,” tambahnya.
Ikuti Jurnal Indonesia
