Jurnal Indonesia — Presiden Argentina, Javier Milei, dipastikan tidak akan menghadiri final Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan Argentina melawan Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Keputusan ini diambil lantaran Milei meyakini rutinitasnya menyaksikan pertandingan dari kediaman resmi, Quinta de Olivos, telah membawa keberuntungan bagi Tim Tango sepanjang turnamen.
Mengutip laporan ESPN pada Jumat (17/7/2026), Milei akan tetap setia pada kebiasaannya menonton laga puncak dari kediaman resminya, seperti yang telah ia lakukan dalam tujuh pertandingan sebelumnya di Piala Dunia 2026. Seluruh pertandingan tersebut, menurutnya, selalu berakhir dengan kemenangan Argentina.
Selain tidak bertandang ke stadion, Milei juga berencana mengenakan jaket yang sama seperti pada laga-laga sebelumnya. Hal ini merupakan bagian dari ritual keberuntungannya yang dikenal sebagai “cábalas” di Argentina. Tradisi ini merupakan kepercayaan atau kebiasaan ritual yang diyakini membawa keberuntungan bagi tim nasional, dan telah mengakar kuat dalam budaya sepak bola negara tersebut, baik di kalangan suporter maupun tokoh publik.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan dirinya terbang ke New Jersey untuk menyaksikan laga final bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino, Milei memberikan jawaban tegas. “Tidak mungkin,” ujarnya.
“Saya akan terus menonton semua pertandingan dari Olivos,” tegasnya kepada stasiun radio Buenos Aires, El Observador. Milei menjelaskan bahwa ia tidak ingin mengubah rutinitas yang diyakini telah membawa keberuntungan bagi Argentina. Ia menceritakan pengalamannya saat pertandingan melawan Swiss. “Karena dingin dan saya tidak menyalakan pemanas, saya memakai jaket bermerek perusahaan minyak. Pada hari pertandingan melawan Swiss, jaket itu membuat saya sangat kepanasan. Saya melepasnya, dan mereka mencetak gol ke gawang kami. Saya memakainya kembali dan tidak pernah melepasnya lagi,” ungkapnya, merujuk pada kemenangan Argentina 3-1 atas Swiss.
Bagi sebagian besar warga Argentina, ‘cábalas’ merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap pertandingan tim nasional. Ada suporter yang mengenakan pakaian yang sama sepanjang turnamen, enggan mencuci jersi keberuntungan mereka, atau selalu menonton pertandingan di tempat yang sama. Kepercayaan pada takhayul ini bahkan merambah pada keyakinan posisi duduk, urutan aktivitas, hingga momen tertentu selama pertandingan dapat memengaruhi hasil laga.
Kepercayaan terhadap takhayul juga telah memengaruhi para pemimpin Argentina selama beberapa dekade. Tradisi ini bermula pada Piala Dunia 1990 ketika Presiden Carlos Menem mengunjungi skuad Argentina menjelang laga pembuka melawan Kamerun. Kekalahan mengejutkan Argentina dalam pertandingan itu membuat Menem dijuluki “mufa”, yang berarti pembawa sial.
Sejak peristiwa tersebut, tidak ada presiden Argentina yang sedang menjabat diketahui menghadiri langsung pertandingan tim nasional di ajang Piala Dunia. Milei pun memilih mempertahankan tradisi ini dengan harapan Argentina dapat mempertahankan gelar juara dunia saat menghadapi Spanyol di partai final.
Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dijadwalkan berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Duel ini akan mempertemukan juara Eropa, Spanyol, dengan juara bertahan dunia, Argentina, dalam sebuah final yang diprediksi akan menjadi salah satu yang paling bergengsi dalam sejarah Piala Dunia.
Ikuti Jurnal Indonesia
