Jurnal Indonesia — Cheyenne, Wyoming — Pusat data milik Meta di Cheyenne menjadi sorotan setelah ditemukan pembuangan air limbah yang mengandung bakteri berbahaya ke saluran pembuangan umum. Temuan ini memicu pengetatan aturan pembuangan limbah air oleh otoritas setempat.
Pemeriksaan menyusul deteksi bakteri Cupriavidus gilardii pada pengujian rutin. Otoritas sanitasi kemudian menindaklanjuti dengan penyelidikan yang melacak asal bakteri hingga limbah dari kegiatan pembangunan pusat data tersebut.
Larangan Metode Fill-and-Flush
Badan Utilitas Umum Cheyenne melarang praktik fill-and-flush, yaitu proses membanjiri sistem pendingin pusat data dengan air sebelum pengaktifan pertama. Larangan itu diberlakukan setelah kontraktor yang bekerja untuk fasilitas pusat data dinyatakan melanggar peraturan limbah industri.
Kontraktor terkait telah dinyatakan melakukan pelanggaran signifikan setelah penyelidikan yang berlangsung beberapa bulan, yang menemukan aliran limbah terkontaminasi memasuki saluran pembuangan publik.
Risiko Pada Program Pemanfaatan Kembali Air
Sistem saluran pembuangan Cheyenne mengalir ke pusat pengolahan air limbah yang hasilnya dipakai untuk mengairi taman dan ruang terbuka. Otoritas menutup sementara program pemanfaatan kembali air limbah untuk melakukan pengujian lanjutan atas kemungkinan kontaminasi.
“Kekhawatiran kami dengan sistem penggunaan kembali air limbah adalah kami mengubahnya menjadi aerosol, yang kami semprotkan ke rumput, dan itu meningkatkan risiko masalah kesehatan,” kata Frank Strong dari Badan Utilitas Umum Cheyenne.
Tentang Bakteri Cupriavidus Gilardii
Cupriavidus gilardii merupakan bakteri yang diketahui memiliki resistensi terhadap berbagai obat. Infeksi pada manusia relatif jarang, namun beberapa kasus yang terdokumentasi berakhir fatal. Satu tinjauan kasus mencatat tingkat kematian 31,3% dari 32 infeksi yang tercatat sejak 2009, termasuk kematian pada pasien dengan sistem imun lemah.
Menurut Strong, sumber pasti bakteri masih belum sepenuhnya dipastikan, tetapi air limbah dari lokasi pembangunan pusat data seluas 74.000 meter persegi tetap menunjukkan keberadaan organisme tersebut.
Respons Perusahaan
Dalam pernyataan resmi, perwakilan Meta menyatakan langkah cepat telah diambil dan meminta mitra kontraktornya menangani masalah ini. “Meta berkomitmen untuk menjadi tetangga yang baik di Cheyenne, termasuk lewat perlindungan sumber air setempat, dan akan terus mendorong kolaborasi antara Fortis dengan dewan sampai situasi ini terselesaikan,” kata juru bicara perusahaan.
Ikuti Jurnal Indonesia
